Besok, Dewas KPK Mulai Sidang Etik Lili Pintauli

·Bacaan 1 menit

VIVA – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjadwalkan perdana sidang dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar digelar Selasa besok, 3 Agustus 2021.

Kasus ini menyoalkan dugaan komunikasi Lili dengan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial terkait penyelidikan di KPK.

"Selasa besok (mulai disidang)," kata anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris saat dikonfirmasi awak media, Senin, 2 Agustus 2021.

Haris menjelaskan, sidang akan digelar secara tertutup sesuai Peraturan Dewan Pengawas No 03 Tahun 2020. Sidang baru digelar terbuka saat pembacaan putusan.

"Sesuai Perdewas No. 03 Tahun 2020, sidang etik berlangsung tertutup, kecuali pembacaan putusan yang dilakukan secara terbuka," kata Haris.

Haris memastikan pihaknya menerapkan prinsip zero tolerance terhadap pelanggaran etik yang dilakukan oleh seluruh insan KPK, termasuk Lili Pintauli. Haris menegaskan, pihaknya tak segan menjatuhkan sanksi kepada setiap insan KPK bila terbukti melanggar etik.

"Sejak awal Dewan Pengawas KPK berkomitmen menegakkan prinsip zero toleransi untuk pelanggar kode etik KPK. Siapapun insan KPK, entah pegawai, pimpinan, atau bahkan anggota Dewas sendiri bisa dikenai pasal etik," kata Haris.

Kasus ini mulanya dilaporkan sejumlah pegawai KPK, di antaranya, mantan Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK Sujanarko serta dua penyidik KPK Novel Baswedan dan Rizka Anungnata.

Komunikasi antara Lili dan Syahrial juga diungkap mantan Penyidik KPK asal Polri Stepanus Robin Pattuju. Robin yang dijerat sebagai tersangka penerima suap dari Syahrial ini mengungkap komunikasi tersebut di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Senin 26 Juli 2021 kemarin. Robin saat itu dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Syahrial. Kendati begitu, beberapa kali kesempatan, Lili membantah soal ini.

Baca juga: Eks Penyidik Ungkap Peran Lili Pintauli di Kasus Walkot Tanjungbalai

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel