Besok Giliran Ferdy Sambo Diperiksa Pakai Lie Detector Ungkap Kematian Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Bareskrim Polri akan memeriksa Ferdy Sambo menggunakan Lie Detector atau alat pengungkap kebohongan untuk mengungkap kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. Pemeriksaan ini rencananya akan dilakukan pada Kamis (8/9) besok.

"Untuk FS akan dilaksanakan hari Kamis lusa," kata Dir Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian saat dihubungi, Rabu (7/9).

Pemeriksaan akan dilangsungkan di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, kira-kira pukul 13.00 Wib.

"Iya, semuanya dilaksanakan di Puslabfor (Sentul Bogor)," sebutnya.

Diperiksa Upaya Obstruction of Justice

Untuk hari ini, Ferdy Sambo juga akan diperiksa Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim terkait upaya Obstruction of Justice (OJ) atas kematian Brigadir J.

"Yang bersangkutan jadwal FS diperiksa di Dittipidsiber," ungkapnya.

Namun, belum diketahui secara pasti pemeriksaan itu bakal dilakukan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan atau Markas Komando Brigade Mobile (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat .

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri telah menetapkan tersangka terkait menghlang-halangi penyidikan atau Obstruction of Justice. Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka berjumlah tujuh orang.

"Info terakhir dari penyidik, malam ini tersangka OJ bertambah menjadi 7 orang," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dihubungi, Kamis (1/9).

Tujuh orang itu yakni Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Chuk Putranto, Kompol Baiquni Wibowo dan AKP Irfan Widyanto .

"IJP FS, BJP HK, KBP ANP, AKBP AR, KP CP, KP BW, dan AKP IW," ujarnya.

Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri menambahkan, pihaknya telah menyita sejumlah barang bukti terhadap dugaan tindak pidana yang dilakukan tujuh polisi tersebut. Mereka diduga berupaya menghalangi penyidikan lewat pengaburan keberadaan CCTV di sekitar TKP.

"Untuk Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 32 dan 33 UU ITE dan juga Pasal 221, 223 KUHP dan juga 55 56 KUHP," kata Asep.

Berikut lengkapnya:

1. Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo
2. AKP Irfan Widyanto Kasubnit I Subdit III Dittipidum
3. Mantan Karopaminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan
4. Mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri Kombes Agus Nurpatria
5. Mantan Wakaden B Biropaminal Divisi Propam Polri AKBP Arif Rahman Arifin
6. Mantan Ps. Kasubbag Riksa Baggak Etika Rowabprof Divpropam Polri Kompol Baiquni Wibowo
7. Mantan PS Kasubbagaudit Baggak Etika Rowabprof Divisi Propam Polri Kompol Chuk Putranto. [lia]