Besok, Menpora Rapat dengan PSSI dan Polri Bahas Liga 1

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali akan menggelar rapat koordinasi dengan pihak Polri, PSSI, PT Liga Indonesia Baru, KONI dan Satgas Penanganan COVID-19 guna membicarakan soal Liga 1 dan Liga 2 pada Rabu 10 Februari 2021.

"Rapat digelar pada Rabu (10 Februari 2021) mulai pukul 10.00 WIB di Kantor Menpora, Jakarta," ujar Zainudin kepada Antara di Jakarta, Selasa 9 Februari 2021.

Menurut Zainudin, salah satu agenda rapat tersebut adalah mendengarkan presentasi dari PSSI dan operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) soal persiapan, pelaksanaan dan pengelolaan kompetisi sepak bola kala pandemi COVID-19.

Pemerintah dan pihak-pihak terkait, dia melanjutkan, ingin mendengar dan melihat secara langsung bagaimana protokol kesehatan pencegahan COVID-19 diterapkan dalam kompetisi sepak bola.

"Nantinya, semua pihak yang hadir dalam rapat akan memberikan penilaian terhadap pemaparan tersebut," kata Menpora. Selanjutnya, dalam kesempatan yang sama juga akan dibicarakan pula soal kegiatan olahraga lain selama pandemi.

PSSI dan PT LIB menargetkan Liga 1 dan Liga 2 Indonesia musim 2021 dapat dimulai setelah Lebaran 2021, sekitar bulan Mei atau Juni. Namun, Polri belum memberikan izin untuk pelaksanaan kompetisi tersebut meski sempat memberikan 'lampu hijau'.

Terkait izin itu dan pelaksanaan kompetisi olahraga secara umum, Menpora Zainudin Amali dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menggelar pertemuan di Mabes Polri, Jakarta, Senin 8 Februari 2021.

Menpora berharap polisi dapat mengeluarkan izin untuk kegiatan olahraga selama mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Sementara Kapolri menegaskan bahwa pihaknya membuka diri untuk membicarakan soal itu lebih lanjut.

"Kami dari Polri membuka ruang untuk membicarakan ini lebih lanjut seperti terkait dengan hal-hal yang perlu disiapkan baik yang bersifat administrasi dan mengutamakan penegakan aturan protokol kesehatan agar kegiatan yang terkait kepemudaan dan olahraga bisa terlaksana."

"Oleh karena itu perlu ada kesepakatan-kesepakatan yang tentunya apabila itu dilanggar akan berdampak terhadap terlaksananya kegiatan tersebut," tutur Listyo Sigit. (Ant)