Besok, Presiden Jokowi akan Hadiri Musra Pro-Jo di Bandung

Merdeka.com - Merdeka.com - Relawan Pro-Jokowi (Pro-Jo) bakal menggelar Musyawarah Rakyat (Musra) di Sport Center, Arcamanik, Kota Bandung pada Minggu (28/8) besok.

Ketua Panitia Musra, Panel Barus menyebut Presiden Jokowi berencana menghadiri kegiatan tersebut. Ia mengaku telah mengirimkan surat ke Presiden Jokowi melalui Sekretaris Negara untuk membuka Musra tersebut.

"Insya Allah 80 persen (Jokowi hadir). Paspampres sudah cek (lokasi)" katanya dikonfirmasi, Sabtu (27/8).

Pihaknya telah mengaku telah melakukan pertemuan dengan Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil guna berkoordinasi terkait kegiatan tersebut.

Rencananya, kata dia, Musra Pro-Jo bakal dihadiri oleh 10 ribu masa yang terdiri dari buruh, nelayan, hingga pedagang pasar. Nantinya, mereka bakal berdiskusi perihal isu terkini yang sedang hangat.

"Musra bakal dibagi ke dalam tiga sesi dengan durasi tiap sesi 40 menit. Sesi pertama akan dibahas perihal agenda kebangsaan. Kemudian, sesi kedua bakal membahas mengenai program prioritas harapan masyarakat dan sesi ketiga bakal membahas soal karakteristik Capres dan Cawapres dambaan masyarakat Indonesia," kata dia.

Adapun tiap sesi diskusi bakal dipantik oleh akademisi. Lalu, di akhir sesi, nantinya akan ada semacam e-voting melalui aplikasi untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menyebut nama Capres dan Cawapres yang didambakan. Menurut Panel, kegiatan itu terbuka bagi siapa saja. Tapi, diwajibkan mereka yang bakal datang harus membawa smartphone.

Polisi Siapkan Pengamanan

Antisipasi pengaman dalam kehadiran Presiden Jokowi ke Musra Pro-Jo, Kapolsek Arcamanik Kompol M.Zuhdi mengatakan, jajarannya sudah bersiap untuk melakukan pengamanan.

"Masih persiapan-persiapan dari kemarin di sini di Sport Jabar, intinya kita (personel) gabungan siap (mengamankan)" katanya melalui sambungan telepon.

Zuhdi menambahkan, bakal terdapat sekitar 300 personel gabungan dengan instansi terkait seperti TNI disiapkan untuk melakukan pengamanan. Selama kegiatan tersebut berlangsung, dia pun mengatakan, belum ada rencana untuk dilakukan pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi.

"Personel 300 sekian lah. Itu gabungan dengan TNI," bebernya. [ded]