Beyonce Beri Dukungan Kepada Meghan Markle

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, London - Meghan Markle, dan sang suami, Pangeran Harry, sempat diwawancarai oleh Oprah Winfrey. Dalam tayangan tersebut, keduanya siap ditanya apapun.

Duchess of Sussex menyampaikan tentang keputusannya bergabung dalam keluarga Kerajaan Inggris.

Usai menjalani wawancara, ibunda Archie mendapat tanggapan dari masyarakat.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Beyonce

Beyonce. (Chris Pizzello/Invision/AP, File)
Beyonce. (Chris Pizzello/Invision/AP, File)

Salah satunya datang dari penyanyi Beyonce. Ia memberikan pesan dukungan kepada Meghan Markle lewat situsnya, beyonce.com.

Dalam situsnya, Beyoncé mengunggah gambar bertuliskan "Terima kasih Meghan untuk keberanian dan kepemimpinan. Kami semua dikuatkan dan terinspirasi olehmu."

Publikasi Dukungan

Pangeran Harry dan Meghan Markle dalam Wawancara Oprah. (Joe Pugliese/Harpo Productions via AP, File)
Pangeran Harry dan Meghan Markle dalam Wawancara Oprah. (Joe Pugliese/Harpo Productions via AP, File)

Penyanyi asal Amerika itu bergabung dengan teman-teman Meghan Markle lainnya yang mempublikasikan dukungannya bagi Meghan setelah kritik keras baik di media sosial maupun media Inggris.

Rasisme

Petenis wanita, Serena William, menjadi sosok pertama yang menyerukan dukungan bagi Meghan yang dengan berani mengikuti wawancara dengan Oprah Winfrey dan mengungkapkan bahwa dirinya mengalami rasisme dari media dan keluarga kerajaan sehingga memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Bukan Pertama Kali

Dukungan dari Beyoncé bagi Meghan itu bukan kali pertama. Pelantun lagu "Run The World" bersama dengan suaminya Jay-Z pernah memberikan dukungan bagi Meghan.

Pada 2019 dalam pidato penerimaan penghargaan untuk "Best International Group" di London, pasangan itu muncul beriringan dengan lukisan Meghan Markle menggunakan baju kerajaan.

Langkah Politik

Momen itu dianggap sebagai langkah politik yang menjadi penanda bahwa pasangan penyanyi itu memberikan dukungan bagi "Duchess of Sussex" karena banyaknya tekanan dari tabloid di Inggris saat itu. (Antaranews.com)