Bhabinkamtibmas di Jaksel diminta bekerja sesuai jam rawan

Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan (Polres Jaksel) meminta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di daerah itu untuk bekerja sesuai jam kerawanan di tengah masyarakat agar selain lebih dekat dengan warga, juga agar mengerti permasalahan di masing-masing tempat.

"Jadi, tidak harus mengikuti jam kantor," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Menurut Ade, Bhabinkamtibmas saat berada di tengah-tengah masyarakat akan lebih mudah untuk melakukan tugasnya, khususnya untuk pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

"Ini kita gaungkan dan kita sampaikan ke masyarakat secara langsung ke warga. Contohnya, semalam (7/11), kita hadir di tiga RW di Kecamatan Cilandak dalam rangka Sambang RW dan Curhat Kamtibmas," katanya.

Tidak hanya itu, melalui kegiatan itu, pihaknya mendengarkan sejumlah aduan langsung dari warga seperti masih adanya kejadian pencurian burung, dengan pelaku memecahkan kaca, lalu juga terjadi aksi pencurian kendaraan bermotor.

Baca juga: Polisi sambangi ratusan RW dengar langsung keluhan kamtibmas warga

"Ada juga warga yang mengeluhkan seringnya kaca spion mobil hilang di wilayahnya, meski sudah ada keamanan di lingkungan warga, tetapi tetap ada kejadian," katanya.

Warga juga meminta pihak kepolisian, lanjutnya, melakukan pengawasan pada malam libur untuk menindak aksi remaja yang nongkrong disertai minum minuman keras di wilayah Jalan Pangeran Antasari.

Grup komunikasi
Selain aduan yang disampaikan saat itu, untuk menampung semua aduan warga, pihak RW 07 telah membentuk grup komunikasi perpesan untuk memudahkan koordinasi antara warga dengan pihak kepolisian.

"Terbentuk 576 grup WhatsApp yang dibuat. Jumlah tersebut tersebar di 70 wilayah Bhabinkamtibmas wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan," katanya.

Sementara itu, tambahnya, untuk isu kenakalan remaja, orang tua harus berperan serta menanggulanginya juga berkolaborasi dengan warga.

Baca juga: Polsek Cilandak ajak masyarakat aktifkan kembali siskamling

"Nanti, akan ada program pembinaan remaja dan anak wanita ini," katanya.

Intinya, kata dia lagi, setiap masalah kamtibmas di masyarakat sebenarnya bisa diidentifikasi lalu kemudian dibentuk sistem pencegahan kejahatan seperti memasang spanduk, CCTV serta adanya komunikasi dan partisipasi warga.