Bharada E Ditahan di Bareskrim, Pengacara Sebut Harus Dipisah dari Irjen Ferdy Sambo

Merdeka.com - Merdeka.com - Bharada E atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu, tersangka kasus pembunuhan Brigadir J alias Nopriansyah Yosua Hutabarat, masih ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta. Salah seorang pengacaranya, Muhammad Burhanuddin, menyatakan lokasi penahanan kliennya harus dipisah dari lokasi Irjen Ferdy Sambo yang kini ditempatkan di tempat khusus Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

"Enggak (di Mako Brimob). Harus dipisah, enggak bisa di satu tempat. Jadi untuk kepentingan Bharada E ini juga maraton mau dituntaskan semua, mau diproses sama saksi lain juga gitu," kata Burhanuddin saat dihubungi, Minggu (7/8).

"Iya, masih di Rutan Bareskrim. Kalau Pak Sambo kan ada di Mako Brimob buat ini, kepentingan kode etik juga dia. Tapi saya enggak komentar ke sana, karena kami sebatas lawyer dari E saja gitu," imbuhnya.

Kondisi Bharada E

Dia pun memastikan Bharada E masih dalam keadaan sehat. "Ya kemarin semalam sih sudah sehat, sudah lega banget gitu. Sudah ceritain semua, dia bilang sudah plong gitu," tutupnya.

Sebelumnya, Brigjen Andi Rian mengungkapkan penyidik menetapkan Bharada E sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

"Penyidik menetapkan Bharada E sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 338 KUHP jo 55 dan 56 KUHP," ujar Brigjen Andi Rian di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (3/8).

Sementara, Irjen Ferdy Sambo kini ditempatkan di tempat khusus Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Dia ditempatkan di sana selama 30 hari karena diduga melanggar kode etik terkait penanganan awal kasus meninggalnya Brigadir J. [yan]