Bharada E Tak Hadir dalam Prarekonstruksi, Ini Penjelasan Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Bharada E yang disebut terlibat baku tembak dengan Brigadir J diperagakan oleh pemeran pengganti dalam prarekonstruksi di Komplek Duren Tiga, Jakarta Selatan. Kenapa tak langsung dihadirkan?

"Ya kalau di Polda Metro Jaya prarekon ini harus ada peran pengganti, peran pengganti sesuai dengan hasil keterangan para saksi, dan juga temuan dari tim labfor, Inafis, dokpol itu dipadukan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Komplek Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu (23/7).

Menurut Dedi, para saksi dan pelaku tak perlu dihadirkan langsung dalam prarekonstruksi. Nantinya, penyidik akan mendalami hasil prarekonstruksi tersebut.

"Ya setelah dipadukan, penyidik apabila ada hal-hal yang lain yang masih harus didalami dalam proses penyidikan itu harus didalami. Setelah dari Polda Metro Jaya (prarekonstruksi) kita langsung melihat bagaimana obyek TKP yang sebenarnya itu akan dilaksanakan pada sore hari ini," sambungnya.

Jangan Ada Spekulasi

Dedi menegaskan, dalam pengungkapan kasus dibutuhkan cara ilmiah. Secara Ilmiah ada dua konsekuensi. Konsekuensi pertama adalah konsekuensi secara yuridis yakni bukti material formil Pasal 184 KUHAP yang harus terpenuhi.

"Yang kedua, karena ini kita proses pembuktiannya harus secara ilmiah, jadi dari sisi keilmuan harus betul-betul klir. Bagaimana keilmuan yang digunakan, metode apa yang digunakan, dan peralatan apa yang digunakan. Agar hasilnya betul-betul secara sahih dapat dibuktikan secara scientific. Ini yang dilakukan tim olah TKP dan juga penyidik pada hari ini," pungkasnya.

Prarekontruksi digelar dua kali. Pertama di Gedung Balai Pertemuan Polda Metro Jaya (BPMJ) dan Rumah Dinas (Rumdin) Irjen Pol Ferdy Sambo.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menerangkan, prarekontruksi mencocokan sesuai dengan yang disampaikan saksi-saksi kepada penyidik. Ini, kata dia belum menghadirkan saksi-saksi. Andi menyebut, berbeda dengan rekonstruksi.

"Prarekontruksi dengan rekonstruksi beda, prarekonstruksi itu hanya menghadirkan penyidik sebagai peran pengganti. Nanti rekonstruksi akan menghadirkan seluruh saksi yang ada. Jangan ada spekulasi," kata Andi.

Andi menerangkan, prarekonstruksi melibatkan penyidik dari Polda Metro Jaya. Turut dilibatkan Inafis, labfor dan kedokteran forensik. Mereka memperagakan adegan-adengan yang terjadi di Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo sampai akhirnya Brigadir J meninggal dunia.

"Semua adegan terkait dengan tembak menembak. Lokasinya di sini di Tempat Kejadian Perkara (TKP)," terang dia. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel