Bharada E Tak Tahu Keberadaan Ponselnya Usai Diambil Sambo dan Diganti Baru

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengacara Bharada E Ronny Talapesy mengungkapkan Ferdy Sambo mengambil ponsel milik kliennya pascakejadian penembakan Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J pada Jumat, 8 Juli 2022 lalu di rumah dinas di Jl Duren Tiga, Jakarta Selatan. Sambo kemudian mengganti ponsel Bharada E dengan merek iPhone.

"(Ponsel lama) diambil sama FS, diganti Iphone," ungkap Ronny saat dihubungi Kamis (8/9).

Hingga saat, dia pribadi sebagai pengacara belum mengetahui keberadaan ponsel lama milik Bharada E yang diambil Ferdy Sambo. Ronny mengatakan, kliennya juga tidak tahu ke mana Sambo membawa ponsel tersebut.

"Enggak tahu klien saya," ujarnya.

Sebelumnya, Bharada E mengaku kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Bahwa dirinya menerima ponsel baru dan disodorkan sejumlah uang oleh Ferdy Sambo usai insiden penembakan terjadi.

"Iya diganti (Ferdy Sambo). Iya benar (Bharada E) dikasih HP baru, iPhone. (Jenisnya) Saya enggak tahu jenisnya," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu saat dihubungi merdeka.com, Senin (5/9).

Edwin menyebut, selain Bharada E adapula Kuat Maruf, dan Bripka RR yang mendapatkan ponsel baru dari Sambo. Hingga kini LPSK masih mendalami terkait kemana ponsel lama milik Bharada E yang diduga menyimpan sejumlah barang bukti.

Kabar hilangnya ponsel lama para ajudan Sambo ini juga dikonfirmasi oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Komnas HAM menyebut keberadaan ponsel tersebut tidak diketahui sejak 10 Juli 2022.

"Kemudian penghilangan dan penggantian HP seperti contoh misalnya beberapa ADC itu mereka diambil HP-nya. Tanggal 10 kira-kira pukul 01.00 Wib, mereka dikasih HP baru," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/8).

Komnas HAM telah memeriksa ponsel baru para ajudan. Dari situ ditemukan ada indikasi penghambatan penyidikan atau obstruction of justice.

Namun, bukti dari ponsel baru tersebut belum cukup kuat untuk pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir J. Karena itu, Komnas HAM masih membutuhkan informasi ponsel yang ditukar.


Reporter Magang: Michelle Kurniawan [lia]