Bharada Eliezer dan Segudang Penyesalannya

Merdeka.com - Merdeka.com - "Saya akan jujur, saya akan bela Bang Yos untuk terakhir kalinya."

Bharada Eliezer alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu bersuara. Berjanji akan jujur, membela Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat untuk terakhir kalinya.

Hal itu ia sampaikan dalam sidang lanjutan pembunuhan Brigadir J agenda pemeriksaan saksi. Janji itu Bharada Eliezer ungkapkan di depan keluarga inti Brigadir J.

Terlihat raut penyesalan dari wajah dan nada suaranya. Ia menyesal telah menuruti perintah atasannya Ferdy Sambo. Menembak Brigadir J secara mebabi buta.

"Saya cuma ingin menyampaikan, saya akan berkata jujur, saya akan membela untuk terakhir kalinya, akan membela abang saya, Bang Yos, untuk terakhir kalinya," ungkap Bharada E.

Berikut ungkapan penyesalan Bharada Eliezer:

'Saya cuma menyampaikan saya akan berkata jujur, saya akan membela abang saya bang yos terakhir kalinya. Karena saya pribadi saya tidak mempercayai bahwa bang yos setega itu melakukan pelecehan.

Saya tidak meyakini Bang Yos melakukan pelecehan. Hanya itu saja yang bisa saya sampaikan.

Saya ingin mengatakan saya siap, apapun yang akan terjadi, dan apapun keputusan hukum terhadap diri saya. Terima kasih.'

Bersimpuh Mohon Maaf

maaf
maaf.jpg

Ada momen mengharukan sebelum sidang lanjutan itu dimulai. Bharada E sempat bersimpuh di kedua kaki orangtua Brigadir J, yakni Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak.

Bharada E yang awalnya duduk di kursi terdakwa mendadak langsung berdiri dan menghampiri kedua orang tua Brigadir J yang duduk di kursi saksi.

Bharada E kemudian berlutut di kaki ayah dan ibu Brigadir J sambil mencium tangan mereka secara bergantian. Respon dari ayahanda Brigadir J pun langsung ramai jadi sorotan. Sebab, Samuel terlihat sempat mengusap kepala Bharade E.

Usapan pertama dilakukan Samuel saat dirinya berhadapan dengan Bharada E yang bersimpuh di depannya. Lalu usapan kedua, dilakukannya saat Bharada E bersimpuh di depan istrinya.

Orang Tua Brigadir J Mohon Kejujuran

Sementara Samuel Hutabarat memilih membalas genggaman dan mengusap-usap kepala Bharada E. Pertanda menerima permohonan maaf. Usai meminta maaf, Bharada E kembali ke kursi terdakwa.

"Iya, dia minta maaf, minta maaf dan meminta maaf atas semuanya dan menyesali apa yang dia perbuat," kata Samuel kepada wartawan usai sidang di PN Jakarta Selatan, Selasa (25/10).

Samuel berharap Bharada E bersungguh-sungguh dengan permohonan maafnya dengan cara berkata sejujur-jujurnya soal peristiwa yang menyebabkan terbunuhnya Brigadir J.

"Kita sama-sama mendengar, dia sudah meminta maaf, mengakui kesalahannya. Ya sebagai umat beragama tentu mengikuti ajaran kita masing-masing memaafkan," tutur dia. [rhm]