Bhayangkara Solo FC Diminta Tak Usik Persis Solo

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 1 menit

VIVA – Bhayangkara FC resmi berganti nama dan homebase. Juara Liga 1 2017 ini mengganti namanya menjadi Bhayangkara Solo FC dan bermarkas di Stadion Manahan Solo.

Hal ini menambah ramai persepakbolaan Solo. Sebab, saat ini sudah ada Persis Solo yang juga bermarkas di Stadion Manahan Solo dan tampil di Liga 2.

Terkait hal ini, pendukung Persis menyuarakan aspirasinya baik di Instagram Persis maupun Bhayangkara Solo FC. Mereka berharap, pergantian nama Bhayangkara tak ada kaitannya dengan Persis. Mereka tak mau jika Persis harus merger dengan Bhayangkara Solo FC.

"Jangan mau merger min kalau mau naik ke Liga 1, contohlah Persik Kediri dari Liga 3 menuju Liga 1 banyak lika-liku yang dihadapi oleh tim Persik Kediri," ungkap salah satu warganet.

"Jangan hilang merger min," kata warganet lainnya.

Menariknya, Instagram Persis sudah lama tak di-update. Update terakhir pada 10 November 2020 saat perayaan hari Pahlawan. Ini juga yang membuat fans Persis cemas akan adanya kemungkinan merger.

Langkah merger dengan klub Liga 1 pernah dilakukan Persikabo Bogor. Laskar Padjadjaran bergabung dengan PS Tira dan berkompetisi di kasta teratas dengan nama Tira Persikabo, terhitung sejak 2019.

Sementara itu, di Instagram Bhayangkara Solo FC, ada juga komentar dari fans Persis. Mereka tetap menganggap jika Solo adalah Persis.

"Cepat pulang ke asalmu, Solo tetap persis. Koe gak kanggo nak solo," ungkap salah satu netizen.

"Kota Solo tetap lah Persis Solo sebuah klub yang bersejarah di kota Solo yaitu Persis Solo engga ada yang lain," tambah yang lain.

Persis Solo sempat tujuh kali menjuarai Liga Perserikatan pada 1935, 1936, 1939, 1940, 1941, 1942, dan 1943. Namun, terakhir kali mereka merasakan kasta teratas pada musim 2007/08.