Bhisma Mulia cerita perjuangan ditolak "casting" ratusan kali

Suryanto
·Bacaan 2 menit

Nama aktor muda Bhisma Mulia mulai mendapat perhatian setelah sukses berperan dalam film layar lebar pertamanya yang berjudul "Sobat Ambyar".

Bhisma Mulia mengatakan bahwa sebelumnya dirinya bahkan sempat hampir menyerah mengejar cita-citanya di dunia seni peran karena sering gagal dalam berbagai casting.

"Awal pertama kali ke Jakarta itu aku bisa dibilang casting sehari bisa tiga lokasi. Ratusan aku casting itu enggak pernah dapet. Bahkan aku pernah hampir pulang, jadi ceritanya udah nyerah, tabungan habis," kata Bhisma Mulia dalam wawancara khusus dengan ANTARA, Selasa.

Baca juga: Marsha Timothy pernah dibuat tak sabar gara-gara casting

Bhisma mengaku saat itu ingin kembali pulang ke daerah asalnya di Semarang, Jawa Tengah. Dia bahkan sudah mengabari orangtuanya untuk kembali setelah hampir gagal mengejar mimpi berkarier di dunia seni peran.

"Aku udah di bandara telpon mamah aku mau pulang. Terus waktu di bandara juga aku ditelpon sama caster itu, aku dapet iklan. Aku dapet kabar itu, aku enggak jadi pulang," kenang Bhisma Mulia.

Bhisma Mulia perlahan-lahan mulai mendapatkan kembali secercah harapan untuk mengejar mimpinya. Bhisma juga bercerita bahwa dirinya pernah terlibat sebagai figuran dalam produksi film dengan dialog yang tidak panjang.

"Dari titik itu terus dapat yang lain sampai di titik ini, perjuangannya sangat berjuang karena aku enggak ada saudara di Jakarta. Jadi aku benar-benar sendiri," ujarnya.

Bhisma mengatakan bahwa dukungan dari kedua orangtuanya juga menjadi salah satu penyemangat bagi dirinya untuk tak pantang menyerah mengejar mimpi.

Bhisma pun ingin berbagi pengalaman dan cerita bagi anak muda yang saat ini masih berjuang dalam mengejar karir dan mimpi mereka di bidang apa pun.

"Dari pengalaman aku sejauh ini jangan menyerah. Sometimes kita udah habis-habisan itu ternyata belum apa-apa. Kita harus tetap fight lagi, memperbaiki diri dengan belajar," tuturnya.

"Jangan merasa puas akan ilmu yang kita dapat. Jadi umpamanya kita udah di titik ini, jangan sampai kita merasa pintar, kita itu masih bodoh. Semakin kita merasa pintar itu semakin kita harus merasa bodoh," imbuhnya.

Baca juga: Nostalgia Didi Kempot di film "Sobat Ambyar"

Baca juga: Lagu-lagu Didi Kempot yang paling berkesan bagi Bhisma dan Denira