BI: Aset Keuangan Syariah Global Bakal Capai US$3,69 Triliun di 2024

Daurina Lestari, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVABank Indonesia (BI) tengah gencar mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Secara global perkembangan konsep ekonomi dan keuangan ini diyakini akan terus mengalami pertumbuhan pesat.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, berdasarkan laporan Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD) dan Revinitiv, aset keuangan akan meningkat pesat hingga 2024.

Mengutip data laporan tersebut, Destry mengungkapkan, aset keuangan syariah global akan terus naik dari semula pada 2019 tercatat US$2,88 triliun, akan menjadi US$3,69 triliun pada 2024.

"Dan perkembangan ekonomi syariah secara global pun terus meningkat, berdasarkan laporan dari Refinitiv dan ICD, aset keuangan syariah global akan terus naik," kata dia dalam diskusi virtual, Rabu, 21 April 2021.

Dengan demikian, dia menyatakan, pasar keuangan syariah di Indonesia juga akan terus berkembang. Ini tidak hanya akan terjadi di sektor perbankan syariah semata, namun akan meluas ke pasar modal maupun fintech syariah.

Salah satu keunggulan Indonesia dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, dikatakannya tidak terlepas dari keberadaan pesantren sebagai pusat pendidikan masyarakat Islam di Indonesia.

Pesantren dikatakannya dapat menjadi potensi besar pengembangan ekonomi dan keuangan syariah maupun industri halal, karena jumlahnya yang telah mencapai 27.722 pesantren dengan jumlah santri atau siswa mencapai 4 juta orang.

"Tidak kurang dari 27,722 pesantren, dan ada 4 juta orang santri yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga ini menyebabkan pesantren menjadi kekuatan yang strategis untuk menjadi pemain kunci industri halal untuk mendukung perekonomian nasional," paparnya.

Apalagi, dia melanjutkan, saat ini telah terbentuk Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) yang akan didorong BI menjadi sebuah holding. Sebagai informasi, Hebitren saat ini diketuai oleh Hasib Wahab Chasbullah.

"Melalui pembentukan holding Hebitren akan menjadi salah satu prioritas untuk dikembangkan ke depannya, di mana holding bisnis pesantren ini merupakan gabungan unit usaha dalam bentuk koperasi dari banyak pesantren," ungkapnya.