BI: Aturan KPR dan KKB Berlaku Juni

  • Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Merdeka.com
    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    MERDEKA.COM. Bank Indonesia (BI) mengeluarkan data terbaru mengenai utang luar negeri Indonesia. Per Februari 2014, utang luar negeri Indonesia tembus USD 272,1 miliar atau setara dengan Rp 3107,4 triliun. utang ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah dan bank sentral sebesar USD 129 miliar serta utang luar negeri swasta sebesar USD 143 miliar. ... …

  • Ini bahayanya jika Indonesia bergantung pada utang Singapura

    Ini bahayanya jika Indonesia bergantung pada utang Singapura

    Merdeka.com
    Ini bahayanya jika Indonesia bergantung pada utang Singapura

    MERDEKA.COM. Koalisi Anti Utang (KAU) menyebut ketergantungan Indonesia pada utang asing khususnya pada Singapura berbahaya. Pasalnya, jika terjadi konflik, maka Singapura dapat menghancurkan Indonesia melalui aspek utang.Ketua KAU, Dani Setiawan, menuding Singapura sebetulnya hanya broker atau kepanjangan tangan investor dari negara Eropa. Maka dari itu, mereka memegang kendali supply utang."Dalam skenarionya seperti itu, di mana Singapura selama ini menjadi posisi tuan rumah lembaga investasi …

  • Konsumen Thailand Paling Royal Memberi Tip

    Konsumen Thailand Paling Royal Memberi Tip

    Tempo
    Konsumen Thailand Paling Royal Memberi Tip

    TEMPO.CO , Jakarta - Penelitian MasterCard di 16 negara Asia Pasifik menunjukkan konsumen Thailand paling dermawan memberi uang tip. Thailand pun dinobatkan sebagai "The Nation of Top Tippers 2014", menggantikan Bangladesh. Penelitian dilaksanakan pada Oktober dan November 2013 dengan 7.932 responden berusia 18-64 tahun di 14 negara Asia Pasifik. …

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia menegaskan aturan pembatasan uang muka untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) akan tetap berlaku pada 15 Juni mendatang. Peninjauan ulang hanya akan dilakukan setelah melihat dampak dari pemberlakuan aturan.

“Kami akan tetap berlakukan, 15 Juni jalan. Tidak akan di-review dulu, “ tegas Direktur Eksekutif Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Mulya Effendi Siregar, Jumat (18/5).

Mulya mengakui aturan KPR dan KKB masih dapat ditinjau ulang. Dalam peninjauan ulang tersebut, BI akan mengundang sejumlah pihak terkait termasuk pengembang dan perusahaan pembiayaan. “Tapi, dalam review itu akan melihat banyak variabel dan kondisi yang terjadi setelah aturan diberlakukan, “ ungkapnya.

Peninjauan ulang aturan, kata Mulya, akan dilakukan jika ada kondisi negatif akibat pemberlakuan aturan. “Misalnya, ada PHK besar-besaran di industri motor atau mobil, “ ujarnya. Kondisi negatif tersebut termasuk penurunan pertumbuhan KPR dan KKB yang signifikan.

Penurunan pertumbuhan KPR dan KKB tersebut pun akan dilihat jangka waktu terjadinya. “Kami lihat efeknya sejauh mana, turun drastis itu berlanjut atau hanya temporer, “ ujar dia. Jika hanya bersifat temporer, aturan dinilai masih sesuai untuk terus diberlakukan.

Bank sentral, kata Mulya, sudah memprediksi sebelumnya penurunan KPR dan KKB akan terjadi tahun ini. Hal itu terjadi lantaran akan ada penundaan pembelian selama 7-8 bulan untuk rumah dan 3-4 bulan untuk kendaraan. Pertumbuhan KPR dan KKB akan melaju kembali pada tahun depan.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...