BI dan bank sentral UEA kerja sama inovasi keuangan digital

·Bacaan 2 menit

Bank Indonesia (BI) dan Central Bank of the United Arab Emirates (CBUAE),menandatangani nota kesepahaman untuk mendorong kerja sama dalam Sistem Pembayaran dan Inovasi Keuangan Digital (SP-IKD).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menekankan nota kesepahaman dengan bank sentral Uni Emirat Arab (UEA) merupakan upaya pihaknya dalam memperluas kerja sama antara BI dengan mitra strategis di berbagai area utama.

“Nota kesepahaman ini juga merupakan wujud kontribusi BI dalam mendukung upaya Pemerintah Indonesia untuk menjadi anggota Financial Action Task Force (FATF),” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Tak hanya itu, kerja sama ini sekaligus menunjukkan komitmen Bank Indonesia dalam memerangi tindakan pencucian uang dan pendanaan terorisme serta memenuhi rekomendasi FATF.

Gubernur CBUAE Khaled Mohamed Balama menambahkan penandatanganan nota kesepahaman dengan BI mencerminkan strategi CBUAE untuk mengembangkan sistem pembayaran yang efisien dalam infrastruktur keuangan yang kuat.

Hal ini termasuk kerja sama dengan bank sentral mitra untuk memenuhi standar internasional dalam rangka meningkatkan kepercayaan pasar.

Hal dimaksud juga merupakan langkah nyata CBUAE untuk mencapai pemahaman yang sama dalam mencari solusi dan memperkuat upaya bersama melawan aktivitas keuangan ilegal.

Kerja sama ini mencakup beberapa bidang utama yakni inovasi digital bidang layanan keuangan dan pembayaran serta sistem pembayaran lintas batas termasuk sistem pembayaran ritel.

Kemudian juga kerangka Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendananaan Terorisme (APU-PPT) sekaligus memayungi kerja sama baik dalam lingkup sistem keuangan konvensional maupun syariah.

Nota kesepahaman tersebut akan diwujudkan dalam berbagai kegiatan seperti dialog kebijakan, pertukaran informasi, kerja sama teknis, program pengenalan fintech, working-level committee atau kerja sama lain yang dipandang relevan oleh BI dan CBUAE.

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Gubernur CBUAE Khaled Mohamed Balama.

Nota kesepahaman ini dipertukarkan oleh kedua bank sentral pada pertemuan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA sekaligus Ruler of Dubai, Shaikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, di Dubai, UEA.

Baca juga: BI akan perluas kerja sama mata uang lokal dengan negara Asia Tenggara
Baca juga: BI sebut kerja sama mata uang lokal turunkan kebutuhan dolar AS di RI
Baca juga: BI dan Bank Sentral Brunei Darussalam kerja sama anti pencucian uang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel