BI dan BPD Bali perluas penggunaan QRIS di RSUP Sanglah

·Bacaan 2 menit

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama dengan Bank BPD Bali memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan "virtual account" di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Kota Denpasar, sejalan dengan penerapan protokol tatanan kehidupan era baru.

"QRIS selain mendukung penerapan protokol kesehatan serta mempermudah transaksi pembayaran, juga memberikan manfaat bagi pengelolaan rumah sakit, seperti transparansi, transaksi tercatat langsung, efisien, serta mengurangi biaya pengelolaan uang tunai," kata Kepala KPwBI Provinsi Bali Trisno Nugroho di RSUP Sanglah Denpasar, Selasa.

Peresmian penggunaan QRIS dan virtual account di RSUP Sanglah Denpasar tersebut dilakukan dengan seremonial scan bersama oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, Direktur Utama RSUP Sanglah Dr dr I Wayan Sudana MKes, dan Koordinator IT Sanglah.

Menurut Trisno, implementasi pembayaran digital seperti QRIS dan virtual account di rumah sakit menjadi sangat mendesak untuk dilakukan saat ini.

"Hal ini karena rumah sakit merupakan tempat terdepan dalam penanganan COVID-19 yang sangat rentan terhadap penyebaran virus, sehingga penerapan protokol tatanan kehidupan era baru yang sesuai menjadi suatu keharusan," ucapnya.

Trisno menambahkan, penerapan protokol tatanan kehidupan era baru tersebut tidak hanya mengedepankan pada protokol kesehatan berupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, tetapi perlu diperluas pada semua ekosistem penyelenggaraan operasional rumah sakit.

Termasuk di antaranya dengan kegiatan penyelesaian transaksi pembayaran yang meminimalisasi kontak fisik atau bersifat "contactless" seperti QRIS yang juga merupakan sarana pembayaran berbasis digital yang cepat, mudah, murah, aman dan andal.

Dengan peresmian di RSUP Sanglah itu semakin menambah daftar rumah sakit baik RS pemerintah maupun swasta di wilayah Bali yang telah mengimplementasikan QRIS antara lain Bali Royal Hospital (BROS), Surya Husadha Hopsital, BIMC Siloam, Rumah Sakit Umum Permata Hati, Rumah Sakit Mata Bali Mandara, Rumah Sakit Bali Mandara, Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali, dan Rumah Sakit Puri Raharja.

Selain itu, secara keseluruhan, hingga 11 Mei 2021, jumlah merchant yang menggunakan QRIS di Provinsi Bali mencapai 217.936 merchant atau meningkat 754 persen dibandingkan dengan awal 2020 yang tercatat 25.493 merchant.

"Untuk merespons semakin luasnya penggunaan QRIS oleh masyarakat, per 1 Mei 2021, Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan menaikkan nominal transaksi QRIS dari Rp2 juta per transaksi menjadi Rp5 juta per transaksi," kata Trisno.

Baca juga: BI Bali targetkan 300 ribu "merchant" QRIS pada 2021

Baca juga: BI Bali: QRIS dorong akselerasi Gernas Bangga Buatan Indonesia

Baca juga: QRIS cocok untuk UMKM hingga kebangkitan Bali

Baca juga: BI: Penggunaan QRIS dorong percepatan kebangkitan ekonomi Bali