BI gelar "Maluku Manggurebe" dorong kemajuan UMKM

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku akan menyelenggarakan pameran bertajuk "Maluku Manggurebe" sebagai upaya mendorong kemajuan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Maluku.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Bakti Artanta di Ambon, Jumat, mengatakan pameran yang akan berlangsung pada 9-10 September 2022 itu merupakan wujud nyata dan kepedulian BI dalam membina industri kreatif di provinsi bertajuk "Seribu Pulau" itu.

"Pameran UMKM ini juga sekaligus untuk mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BWI)," katanya.

Baca juga: Pemprov libatkan 200 UMKM meriahkan G20 di Belitung

Pameran itu merupakan sinergi, kolaborasi, dan adaptasi, di mana dalam konteks ini Bank Indonesia Maluku mengajak pemangku kepentingan lainnya seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku, Kementerian Keuangan, serta Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendukungnya.

"Untuk mewujudkan kemandirian UMKM serta memajukan ekonomi, kami Bank Indonesia tidak dapat sendiri. Begitu juga pihak lain. Semua butuh sinergi dan kolaborasi dan kerja sama untuk mewujudkannya," ujarnya.

Maluku Manggurebe selain menampilkan berbagai produk UMKM juga diisi sejumlah kegiatan menarik di antaranya talkshow, pertemuan bisnis, peragaan busana serta pentas seni menampilkan sejumlah artis dan penyanyi.

Selain itu lomba Rangking Satu untuk pelajar, lomba mewarnai dan resep masakan, serta live coocking bersama juru masak Aiko Sarwosri Isra yang lebih dikenal dengan chef Aiko.

"Chef Aiko akan tampil memasak makanan yang terbuat dari bahan dasar sagu. Cara ini adalah bentuk dukungan BI agar pangan lokal Maluku tetap berjaya," katanya.

Baca juga: Dubes RI harapkan kesuksesan UMKM Indonesia di pameran MIHAS

Melalui pameran itu, pihaknya berharap digitalisasi UMKM di Maluku lebih masif lagi dan mendorong pelaku UMKM Maluku berani go ekspor seperti UMKM lainnya di Tanah Air.

Maluku Manggurebe pun diharapkan mendongkrak penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai standar pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya dapat tercapai di Maluku.

Di Maluku saat ini ada 46.331 unit usaha yang sudah menggunakan QRIS, di mana 30.111 unit usaha UMKM diantaranya berlokasi di Kota Ambon.