BI: Inflasi Dua Tahun ke Depan Rendah

  • Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Antara
    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Jakarta (Antara) - Ketua Serikat Pekerja Bank BTN Satya Wijayantara mengkhawatirkan rencana akuisisi BTN akan mengancam keberlangsungan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. "Selama ini bank yang peduli menyalurkan KPR melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) hanya BTN, sedangkan bank lain lebih suka menyalurkan KPR komersial," kata Satya usai orasi penolakan akuisisi BTN di Jakarta, Minggu. ... …

  • Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Tempo
    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri Indonesia pada Februari 2014 mencapai US$ 272,1 miliar atau sekitar Rp 3.106,9 triliun. Nilai utang luar negeri Indonesia membengkak 7,4 persen dibanding Februari 2013 dan lebih besar ketimbang pertumbuhan pada Januari 2014 yang mencapai 7,2 persen. (Baca: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 3.106,9 Triliun). …

  • Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Merdeka.com
    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meneruskan gagasan yang sudah dicetuskan sejak era Menteri Tanri Abeng, yakni meleburkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Keduanya adalah bank pelat merah yang telah melantai di bursa saham. …

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia meyakini inflasi dalam dua tahun ke depan akan tetap rendah dan berada pada kisaran 3,5 - 5,5 persen.

"Perkiraan Bank Indonesia (BI) pada tahun 2012 dan 2013 inflasi tetap rendah, karena ada kecenderungan harga komoditas dunia di luar minyak akan turun sekitar 12,48 persen pada 2012," kata Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI, Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, inflasi hingga akhir 2012 tanpa ada pengaruh kebijakan pemerintah (administered price) akan berada di posisi 3,96 persen.

Sementara jika pemerintah jadi menaikkan tarif dasar listrik (TDL) 10 persen, inflasi akan bertambah 0,2 persen. Sedangkan jika harga harga pembelian pemerintah (HPP) beras dinaikkan, akan menambah inflasi 0,1 persen.

Jika pemerintah jadi mengeluarkan kebijakan pembatasan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, lanjut Perry akan menambah inflasi 0,7 persen.

"Sementara jika yang diambil kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi Rp500 dampak inflasi langsungnya sekitar 0,3 persen," katanya.

Semua tambahan inflasi dari "administered price" itu jika jadi dilansir pemerintah belum akan keluar dari kisaran inflasi yang ditargetkan BI 3,5 - 5,5 persen pada 2012 - 2013.

Dengan perkiraan inflasi rendah itulah, lanjutnya, BI berani memutuskan untuk kembali menurunkan BI rate pekan lalu menjadi 5,75 persen dengan pertimbangan akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan akan melambat karena pengaruh krisis keuangan Eropa.

"Pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan mengarah pada batas bawah 6,3 - 6,7 persen. Jika tidak ada langkah stimulus fiskal dan moneter pertumbuhan ekonomi 2012 diperkirakan 6,3 persen," katanya.

BI juga mengharapkan penurunan BI rate diikuti penurunan suku bunga kredit perbankan yang akan memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...