BI Jateng terus dorong perwujudan bank sentral hijau

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwi Saputra mengatakan Bank Indonesia terus mendorong perwujudan bank sentral hijau sebagai bagian dari implementasi ekonomi hijau.

“Hal ini dilakukan melalui pembuatan berbagai kebijakan di sektor ekonomi keuangan yang inklusif dan hijau, serta dengan penerbitan instrumen keuangan hijau,” katanya dalam webinar Green Economy yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Selain itu, Bank Indonesia juga mendorong implementasi ekonomi hijau melalui penerbitan kebijakan insentif dan disinsentif untuk meningkatkan pendanaan pembangunan kepada sektor ekonomi yang rendah karbon dan hijau, termasuk kepada pelaku usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca juga: Jokowi: Kerja sama ASEAN-Korea memperkuat resiliensi dan ekonomi hijau

BI juga terus memfasilitasi kegiatan sektor riil agar dapat melakukan investasi hijau dan meningkatkan pembuatan produk yang berkelanjutan, misalnya dengan memberikan keringanan uang muka untuk kendaraan yang ramah lingkungan.

“Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan juga telah melakukan koordinasi untuk menerbitkan green bond dan green sukuk, serta mengatur pengelolaan, penggunaan dana, kelayakan dan kriteria proyeknya, serta mekanisme pelaporannya,” ucapnya.

Ia menyebut saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan untuk mewujudkan pembangunan rendah karbon yang berketahanan terhadap perubahan iklim, antara lain karena investasi yang dibutuhkan sangat besar.

Baca juga: BI: Investasi hijau ciptakan lapangan kerja tujuh kali lebih banyak

Selanjutnya, aset tidak ramah lingkungan yang telah terbangun juga berpotensi terdampar sehingga perlu disiapkan pengelolaannya.

“Transfer teknologi dan inovasi juga perlu dipercepat untuk pembangunan hijau agar teknologi lebih terjangkau dan murah. Kita juga perlu mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk bertransisi energi,” imbuhnya.