BI Jatim dirikan distribution center tingkat pesantren

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Bank Indonesia mendirikan Distribution Center (DC) Koperasi Sarekat Bisnis Pesantren (KSBP) Jawa Timur
di Pesantren Sunan Drajat Lamongan sebagai bagian dari program pengembangan kemandirian pesantren di wilayah setempat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi A Johansyah di Surabaya, Jumat, mengatakan program ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi pesantren untuk meningkatkan efektivitas distribusi antaranggota pesantren.

Efisiensi biaya distribusi diharapkan juga dapat meningkatkan transaksi perdagangan antarpesantren dan optimalisasi pemenuhan kebutuhan masyarakat di masing-masing zonasi wilayah.

Baca juga: BI: Lebaran diprediksi dongkrak ekonomi Jawa Timur

Ia menjelaskan keberadaan DC bertujuan untuk mempercepat laju distribusi perdagangan antaranggota KSBP, kemudian menampung stok barang untuk pemenuhan kebutuhan pondok pesantren anggota KSBP, serta memperluas dampak ekonomi yang tidak terbatas pada anggota KSBP.

"Namun juga berdampak pada meningkatnya perekonomian di wilayah sekitar pondok pesantren anggota KSBP," katanya.

Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki yang hadir dalam peluncuran itu, mengatakan terdapat tiga hal utama yang diharapkan menjadi dampak positif adanya DC yang telah dibangun Bank Indonesia serta pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

Baca juga: Menkop UKM inginkan revitalisasi koperasi di Indonesia

Pertama, mendorong DC KSPB sebagai penyedia barang-barang yang murah dan terjangkau bagi masyarakat Lamongan.

Kedua, kelembagaan KSBP yang tidak hanya menjadi sarekat dagang namun sebagai produsen dengan penguatan sisi hulu (produksi), dan ketiga sebagai pioner pesantren yang berbasis retail dalam membangun ekonomi umat dan sebagai contoh koperasi modern”.

Sementara itu, selain membangun Distribution Center KSPB, BI Jatim juga sedang membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Prigen yang bertujuan untuk memberikan sertifikasi pada bidang Peternakan dan Pertanian bagi para santri.

Balai Latihan Kerja itu akan memiliki peran yang strategis bagi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Pesantren.

Beberapa pesantren yang usahanya telah menjadi lokasi BLK bekerja sama dengan Bank Indonesia Jawa Timur di antaranya adalah Ponpes Nurul Amanah Bangkalan (budi daya jamur), Ponpes Bahrul Maghfiroh Malang (keju mozarela), serta Ponpes Al Amien Sumenep Madura (peternakan ayam petelur).

"Tanpa skill yang baik sebuah bisnis tidak akan berjalan, berkembang, dan maju” tambah Difi.