Bi: Konsumsi BBM Tinggi Dorong Impor Indonesia

  • Cerita Investasi Ferdi Hasan Hingga Rugi Rp 12 M

    Cerita Investasi Ferdi Hasan Hingga Rugi Rp 12 M

    Tempo
    Cerita Investasi Ferdi Hasan Hingga Rugi Rp 12 M

    TEMPO.CO, Jakarta - Presenter kondang Ferdi Hasan menceritakan kisah investasi bodong yang dialaminya. Awalnya, Ferdi bertemu dengan financial planner bernama Ligwina Hananto. Ferdi kenal Wina--sapaan Ferdi untuk Ligwina--pertama kali pada 2006-2007. (Baca: Februari, Ligwina juga Dituding Lakukan Penipuan) …

  • Februari, Ligwina Juga Dituding Lakukan Penipuan

    Februari, Ligwina Juga Dituding Lakukan Penipuan

    Tempo
    Februari, Ligwina Juga Dituding Lakukan Penipuan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bukan kali ini saja perencana keuangan, Ligwina Poerwo Hananto, dituding melakukan penipuan oleh nasabahnya. Pada Februari lalu, seorang nasabah bernama Hery membeberkan dugaan penipuan yang dilakukan Ligwina melalui surat pembaca sebuah harian nasional. (Baca:Rugi Rp 12 Miliar, Ferdi Hasan Laporkan Ligwina ke Polisi) …

  • AEKI: Tiongkok Pasar Kopi Potensial Bagi Indonesia

    Antara

    Jakarta (Antara) - Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) menyatakan Tiongkok merupakan pasar potensial ekspor biji kopi Indonesia dengan perkiraan rata-rata pertumbuhan per tahun mencapai 20 persen. "Dalam waktu lima hingga 10 tahun medatang, Tiongkok akan menjadi pasar strategis bagi Indonesia, kita akan terus perhatikan karena memang potensial untuk masa mendatang," kata Ketua Umum AEKI, Irfan Anwar, saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa. ... …

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia menyatakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang tinggi turut mendorong jumlah impor Indonesia.

"Itu salah satu faktornya karena memang konsumsi BBM yang lebih cepat itu juga meningkatkan impor," kata Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat.

Menurut data Pertamina, jumlah BBM yang dijual per Januari-Februari 2012 melonjak mencapai 7,02 miliar liter atau naik 12 persen dari periode yang sama pada 2011.

Perry menjelaskan peningkatan jumlah impor belum menjadi kekhawatiran BI karena jumlahnya yang masih kecil, sebesar 18,18 persen pada Januari-Maret 2012 dibanding periode yang sama pada 2011 sehingga menjadi 45,85 miliar dolar AS.

Hal itu juga didorong oleh kenaikan impor migas pada Januari-Maret 2012 sebesar 24,39 persen menjadi 10,44 miliar dolar AS.

Dia menjelaskan, kendati pemerintah belum menetapkan kebijakan tentang BBM dan transaksi berjalan akan mengalami defisit, peningkatan impor tidak bermasalah terhadap pertumbuhan ekonomi sepanjang portofolio "inflow" dan ada Investasi Asing Langsung (FDI) masuk ke Indonesia.

Sedangkan untuk jumlah ekspor pada Januari-Maret 2012 hanya meningkat 6,93 persen dibanding periode yang sama pada 2011 menjadi 48,53 miliar dolar AS.

Terkait dampak rencana kebijakan pemerintah yang menetapkan pembatasan penggunaan BBM terhadap inflasi, Perry menjelaskan jika penggunaan BBM lebih terbatas, maka seharusnya dampak terhadap tambahan inflasi tidak akan sebesar 0,3 persen.

Sebelumnya BI menjelaskan jika pemerintah mengambil kebijakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi untuk mobil pribadi di wilayah Jawa dan Bali dengan CC mesin tertentu, mereka memperkirakan dampak inflasi tidak terlalu besar hanya sekitar 0,3 persen.

"Kalau sekarang pembatasnya lebih ketat lagi, semestinya dampak terhadap inflasinya juga tidak akan setinggi itu. Sehingga memang ekspektasi juga tidak akan meningkat seperti yang kami perkirakan sebelumya," kata Perry.

Dia menjelaskan kendati terdapat kecenderungan inflasi yang naik karena musim panen sudah akan berakhir, namun tingkat tersebut masih dalam pola yang normal.

Menurut Perry pada akhir 2012 angka inflasi masih akan berada di bawah 4,7 persen dan saat ini inflasi di Indonesia "Year on Year" tercatat sebesar 4,5 persen.

Untuk inflasi pada April, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebesar 0,21 persen sedangkan untuk inflasi pada kuartal I-2012 tercatat 1,09 persen. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...