BI Musnahkan Rp1,695 Triliun Uang Lusuh

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Merdeka.com
    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    MERDEKA.COM. Menteri BUMN Dahlan Iskan menyayangkan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menginstruksikan untuk menunda rencana pelepasan saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) untuk kemudian dialihkan ke Bank Mandiri. …

  • AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    Merdeka.com
    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    MERDEKA.COM. PT Angkasa Pura II bersiap mengembangkan bandar udara berkonsep kebun binatang di Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi. Kementerian Perhubungan langsung mengkaji rencana itu, karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengaku baru mendengar proposal AP II itu. Dia mempersilakan operator bandara berkreasi dengan konsep layanan penerbangan, asal keamanan terjamin. ... …

Bengkulu (ANTARA) - Bank Indonesia Cabang Bengkulu sejak 2009 hingga November 2011 memusnahkan sebanyak Rp1,695 triliun uang kertas yang lusuh maupun sudah ditarik dari peredaran untuk untuk meminimalkan peredaran alat pembayaran yang tidak layak edar lagi.

Sejak 2009 sampai November 2011 jumlah uang yang sudah dimusnahkan sebanyak Rp1,695 triliun dengan rincian jumlah uang lusuh pada 2009 sebanyak Rp184,7 miliar dan uang yang ditarik dari peredaran sebanyak Rp0,7 miliar," kata Pemimpin Bank Indonesia Cabang Bengkulu Causa Iman Karana, Kamis.

Sementara pada 2010 memusnahkan sebanyak Rp411,3 miliar uang lusuh dan Rp412,5 miliar uang yang ditarik dari peredaran, sedangkan hingga November 2011 uang yang dimusnahkan terdiri dari Rp520 miliar uang lusuh dan 198 juta uang yang ditarik dari peredaran.

"Uang yang diracik yakni uang yang masih berlaku namun tidak layak edar lagi dan uang yang tidak berlaku lagi sehingga harus ditarik dari peredaran," katanya.

Program pemusnahan atau peracikan uang yang dilakukan oleh Bank Indonesia Cabang Bengkulu tersebut bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk penyediaan jumlah uang kertas dalam jumlah yang cukup dan kondisinya bagus.

"Peracikanan uang dilakukan setiap dua kali seminggu apabila jumlah uang lusuh maupun yang ditarik dari peredaran sudah mencapai 300.000 lembar dengan tujuan agar uang yang beredar di masyarakat selalu dalam keadaan baik," katanya.

Uang lusuh yang terbanyak dimusnahkan yakni jenis pecahan Rp1.000 dan Rp2.000. Setiap pemusnahan uang lusuh jumlah kedua jenis uang pecahan tersebut mencapai 30 persen sebab paling banyak digunakan oleh warga dalam transaksi jual beli sehingga daya tahannya pun tidak lama.

Alat yang digunakan untuk memusnahkan uang lusuh di Bengkulu didatangkan dari Belanda dan pengerjaannya hanya melibatkan tiga orang petugas serta menggunakan sistem pengamanan melalui kamera cctv.

Uang yang telah dimusnahkan menggunakan mesin peracik tersebut berbentuk potongan-potongan kecil yang langsung dicetak berbentuk silinder dan selanjutnya akan dibakar.

Ia menambahkan, kesadaran masyarakat di Bengkulu dalam merawat uang semakin meningkat. Masyarakat biasanya menukarkan uang lusuh dan tidak layak lagi ke BI atau mobil kas keliling yang secara reguler hadir di setiap daerah untuk menarik uang dari masyarakat yang dipandang perlu untuk diracik.

Ia berharap agar uang lusuh yang beredar di masyarakat dapat diminimalkan, mereka hendaknya dapat merawat uang kertas dengan tidak melipat, meremas, mencoret dan sebagainya.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...