BI Musnahkan Rp1,695 Triliun Uang Lusuh

  • Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNnews.com
    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNNEWS.COM - Serikat karyawan Bank BTN mengingatkan, Bank Mandiri miskin pengalaman dalam hal penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). …

  • Dahlan: Blok Mahakam untuk Pertamina  

    Dahlan: Blok Mahakam untuk Pertamina  

    Tempo
    Dahlan: Blok Mahakam untuk Pertamina  

    TEMPO.CO, Surakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menegaskan pemerintah akan mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam di Kalimantan Timur. Dia mengaku sudah menolak permintaan perpanjangan kontrak dari pengelola sebelumnya, Total E&P Indonesie dari Perancis. …

  • Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Tempo
    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri Indonesia pada Februari 2014 mencapai US$ 272,1 miliar atau sekitar Rp 3.106,9 triliun. Nilai utang luar negeri Indonesia membengkak 7,4 persen dibanding Februari 2013 dan lebih besar ketimbang pertumbuhan pada Januari 2014 yang mencapai 7,2 persen. (Baca: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 3.106,9 Triliun). …

Bengkulu (ANTARA) - Bank Indonesia Cabang Bengkulu sejak 2009 hingga November 2011 memusnahkan sebanyak Rp1,695 triliun uang kertas yang lusuh maupun sudah ditarik dari peredaran untuk untuk meminimalkan peredaran alat pembayaran yang tidak layak edar lagi.

Sejak 2009 sampai November 2011 jumlah uang yang sudah dimusnahkan sebanyak Rp1,695 triliun dengan rincian jumlah uang lusuh pada 2009 sebanyak Rp184,7 miliar dan uang yang ditarik dari peredaran sebanyak Rp0,7 miliar," kata Pemimpin Bank Indonesia Cabang Bengkulu Causa Iman Karana, Kamis.

Sementara pada 2010 memusnahkan sebanyak Rp411,3 miliar uang lusuh dan Rp412,5 miliar uang yang ditarik dari peredaran, sedangkan hingga November 2011 uang yang dimusnahkan terdiri dari Rp520 miliar uang lusuh dan 198 juta uang yang ditarik dari peredaran.

"Uang yang diracik yakni uang yang masih berlaku namun tidak layak edar lagi dan uang yang tidak berlaku lagi sehingga harus ditarik dari peredaran," katanya.

Program pemusnahan atau peracikan uang yang dilakukan oleh Bank Indonesia Cabang Bengkulu tersebut bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk penyediaan jumlah uang kertas dalam jumlah yang cukup dan kondisinya bagus.

"Peracikanan uang dilakukan setiap dua kali seminggu apabila jumlah uang lusuh maupun yang ditarik dari peredaran sudah mencapai 300.000 lembar dengan tujuan agar uang yang beredar di masyarakat selalu dalam keadaan baik," katanya.

Uang lusuh yang terbanyak dimusnahkan yakni jenis pecahan Rp1.000 dan Rp2.000. Setiap pemusnahan uang lusuh jumlah kedua jenis uang pecahan tersebut mencapai 30 persen sebab paling banyak digunakan oleh warga dalam transaksi jual beli sehingga daya tahannya pun tidak lama.

Alat yang digunakan untuk memusnahkan uang lusuh di Bengkulu didatangkan dari Belanda dan pengerjaannya hanya melibatkan tiga orang petugas serta menggunakan sistem pengamanan melalui kamera cctv.

Uang yang telah dimusnahkan menggunakan mesin peracik tersebut berbentuk potongan-potongan kecil yang langsung dicetak berbentuk silinder dan selanjutnya akan dibakar.

Ia menambahkan, kesadaran masyarakat di Bengkulu dalam merawat uang semakin meningkat. Masyarakat biasanya menukarkan uang lusuh dan tidak layak lagi ke BI atau mobil kas keliling yang secara reguler hadir di setiap daerah untuk menarik uang dari masyarakat yang dipandang perlu untuk diracik.

Ia berharap agar uang lusuh yang beredar di masyarakat dapat diminimalkan, mereka hendaknya dapat merawat uang kertas dengan tidak melipat, meremas, mencoret dan sebagainya.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...