BI NTB jadi koordinator fasilitasi jasa keuangan WSBK

·Bacaan 3 menit

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat dipercaya sebagai Koordinator Bidang Fasilitas Jasa Keuangan dan Kemudahan Transaksi untuk kelancaran pembayaran saat event World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika pada 19-21 November 2021.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji, di Mataram, Senin, menjelaskan penunjukan sebagai koordinator berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur NTB Nomor 426-3-621 tahun 2021 tanggal 2 November 2021 perihal Panitia Daerah WSBK 2021 dan MotoGP 2022.

"Berdasarkan SK tersebut Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB ditunjuk sebagai Koordinator Bidang Fasilitas Jasa Keuangan dan Kemudahan Transaksi," katanya.

Sebagai koordinator, kata dia, Bank Indonesia dibantu oleh beberapa anggota, antara lain Kepala Otoritas Jasa Keuangan NTB, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) NTB, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB.

Selain itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik NTB, Ketua Himpunan Bank Negara NTB, Kepala Perbamida NTB, Ketua Forum CSR NTB, Bank NTB Syariah, dan PT ITDC.

Heru menambahkan pihaknya telah melakukan koordinasi secara intensif dengan seluruh perbankan, penyedia jasa pembayaran (PJP) dan Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) di wilayah NTB, untuk mempersiapkan fasilitas layanan transaksi keuangan yang memadai.

"Sampai dengan sekarang telah tersedia sebanyak 26 unit mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang tersebar di area Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, dan akan dilakukan penambahan lagi sebanyak tujuh unit mesin ATM oleh beberapa bank," ujarnya.

Selain itu, kata dia, ada 18 agen bank dan akan ditambah lagi sebanyak delapan, sehingga totalnya menjadi 26 agen bank.

Heru mengatakan para pihak yang berkaitan dengan Bidang Fasilitas Jasa Keuangan dan Kemudahan Transaksi akan memberikan pelayanan optimal kepada seluruh peserta maupun pengunjung WSBK 2021.

Selain itu, Bank Indonesia dan beberapa bank juga akan menyediakan sembilan unit mobil kas keliling dan ATM pada hari pelaksanaan kegiatan sehingga kebutuhan uang tunai masyarakat dapat terpenuhi dengan kualitas prima.

Selanjutnya, Bank Indonesia juga mendorong seluruh masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan secara non-tunai agar lebih aman dan praktis terutama di tengah pandemi.

"Sampai saat ini, di area KEK Mandalika telah tersedia merchant yang dapat melayani transaksi Quick Response Indonesia Standard (QRIS) sebanyak 396 dan akan ditambah lagi sebanyak 316, sehingga totalnya akan menjadi 712 di kawasan tersebut," kata Heru.

Selain itu, kata dia, sebanyak 389 merchant telah memiliki mesin Electronic Data Capture (EDC) dan akan ditambah menjadi 399 seiring kebutuhan dan komitmen masyarakat dan PJP.

Kemudian, lanjut Heru, penyediaan layanan penukaran valuta asing telah tersedia sebanyak tiga kantor money changer di area KEK Mandalika.

Ditambah lagi dengan beberapa hotel di KEK Mandalika juga telah melakukan kerja sama dengan penyelenggara kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank (KUPVA BB) di NTB, untuk memberikan layanan penukaran valuta asing bagi tamu hotel atau wisatawan.

"Pelaksanaan WSBK ini perlu untuk didukung secara maksimal mengingat event tersebut dapat menjadi momentum pertumbuhan ekonomi NTB yang lebih dari satu tahun terganggu oleh wabah COVID-19," katanya.

Baca juga: Artis Ibu Kota akan hibur gelaran WSBK di Sirkuit Mandalika

Baca juga: Tim medis RSUD Mataram ikut simulasi penanganan pasien saat WSBK

Baca juga: Wagub NTB tegaskan kebutuhkan listrik WSBK tercukupi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel