BI Optimis Belanja Pemerintah Bakal Topang Perbaikan Ekonomi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) optimis pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2020 dapat lebih baik lagi. Hal tersebut terlihat dari beberapa indikator yang sudah menunjukan tanda-tanda pemulihan pada kuartal III-2020.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, salah satu indikator yang terus mengalami perbaikan yakni belanja pemerintah. Di mana sektor tersebut mengalami kenaikan cukup signifikan pada kuartal III-2020.

"Kami melihat dengan berbagai indikator dan belanja pemerintah terus meningkat, insyaAllah kuartal IV ini pertumbuhan mulai positif meski belum tinggi," ujar Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (12/11).

Perry menambahkan semua komponen Produk Domestik Bruto (PDB) juga sudah mulai mengalami perbaikan. Terutama karena ekspansi percepatan realisasi anggaran, sehingga konsumsi pemerintah bisa mendorong pertumbuhan ekonomi

Kemudian dari sisi perekonomian global juga menunjukkan indikasi pemulihan. Hingga akhir tahun pertumbuhan ekonomi global diproyeksi mengalami kontraksi 3,8 persen namun akan kembali tumbuh positif 5,2 persen di tahun 2021 mendatang.

"Pola pemulihan ekonomi global berbeda dari satu negara ke negara lain antara lain dipengaruhi penanganan Covid-19, stimulus moneter dan fiskal, serta kegiatan ekonomi dan usaha," ujar Perry.

"China lebih awal untuk pulih, demikian juga emerging market dan negara maju. Kalau China kemungkinan sudah mulai pulih di kuartal IV-2020, dan negara lain baru 2021," tambah Gubernur BI.

Dwi Aditya Putra

Merdeka.com

Meski Resesi, Gubernur BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 6 Persen di 2025

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersiap menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RGD) Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (19/12/2019). RDG tersebut, BI memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 5 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersiap menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RGD) Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (19/12/2019). RDG tersebut, BI memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 5 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengaku optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan akan lebih baik pasca pandemi Covid-19. Perbaikan ekonomi, bahkan sudah terjadi di kuartal III-2020.

Di mana pada kuartal ke II-2020 pertumbuhan ekonomi nasional terkontraksi minus 5,32 persen. Kemudian di kuartal III-2020 ekonomi menunjukan perbaikan yakni tumbuh di minus 3,49 persen.

"Insya Allah kuartal IV positif. Tahun depan 5 persen dan 5 tahun ke depan 6 persen," kata dia dalam acara Indonesia Fintech Summit, secara virtual di Jakarta, Rabu (11/11/2020).

Perbaikan ekonomi tersebut, menunjukan bahwasanya kue ekonomi keseluruhan meningkat. Ditambah lagi koordinasi kebijakan antara pemerintah dan bank sentral serta Otoritas Jasa Keuangan semakin erat dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

"Moneter fiskal SSK reformasi struktural akan mendukung gimana pertumbuhan ekonomi kita sehingga keseluruhan ekonomi akan baik," katanya.

Bank Indonesia juga telah mengarahkan semua kebijakan untuk mendukung stabilitas mendorong pertumbuhan ekonomi. Berbagai upaya dilakukan. Lewat penurunan suku bunga, stabilitas nilai tukar rupiah, dan berbagai kebijakan termasuk pendalaman pasar keuangan dan digital.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: