BI pangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2022 menjadi 3,4 persen

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2022 dari 3,5 persen menjadi 3,4 persen.

"Perbaikan ekonomi dunia berlanjut namun berisiko lebih rendah dari prakiraan sebelumnya, disertai dengan kenaikan inflasi serta percepatan normalisasi kebijakan moneter di berbagai negara," ungkap Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Mei 2022 di Jakarta, Selasa.

Peningkatan ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina, implementasi kebijakan zero COVID-19 di China dan percepatan normalisasi kebijakan moneter di berbagai negara berdampak pada pelemahan pertumbuhan ekonomi global.

Dengan demikian, kata dia, pertumbuhan ekonomi berbagai negara seperti Eropa, Amerika Serikat (AS), Jepang, China, dan India, berisiko lebih rendah dari proyeksi sebelumnya.

Baca juga: Sri Mulyani: Inflasi dan suku bunga tinggi ancam ekonomi global

Selain itu volume perdagangan dunia berpotensi lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sejalan dengan risiko tertahannya perbaikan perekonomian global dan masih berlangsungnya gangguan rantai pasokan global.

"Harga komoditas global masih meningkat, termasuk komoditas energi, pangan, dan logam, sehingga memberikan tekanan pada inflasi global," jelas Perry Warjiyo.

Peningkatan inflasi global tersebut, menurut Perry Warjiyo, mendorong percepatan normalisasi kebijakan moneter di negara maju, termasuk AS dan negara berkembang, yang berdampak pada peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global.

Hal tersebut mendorong terbatasnya aliran modal asing dan menekan nilai tukar di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk tahun 2023 Perry Warjiyo pun memperkirakan ekonomi global baru akan kembali pulih dan tumbuh sebesar 3,4 persen.

Baca juga: BI: Aliran modal asing keluar capai 1,2 miliar dolar AS

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel