BI: Pelemahan Yen Bisa Untungkan Ekspor Indonesia

Liputan6.com, Jakarta : Bank Indonesia (BI) menilai terperosoknya nilai tukar yen tidak akan mempengaruhi peningkatan impor Indonesia dari Jepang. Namun diakui kondisi ini bisa mempengaruhi pelemahan ekonomi yang ada di negara lain.

Melemahnya nilai tukar yen justru akan menggiring pertumbuhan ekonomi Indonesia ke arah yang lebih baik berupa peningkatkan ekspor. kondisi ini bisa terjadi jika kondisi global dalam kondisi membaik.

"Sekarang kan nilai tukar yen melemah, namun tidak akan mempengaruhi peningkatan impor yang ada di Indonesia. Setelah Jepang bermasalah dengan Cina, pabrik Jepang yang ada di Cina akan dipindahkan ke Indonesia," ujar  Deputi Direktur Perbankan Syariah BI Tirta Segara ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (22/2/2013).

Tirta menjelaskan, persoalan pelemahan yen memang telah menjadi kekhawatiran sejumlah negara. Namun dirinya memastikan langkah bank sentral Jepang membiarkan pelemahan nilai tukar yen bukan merupakan sinyal adanya perang kurs mata uang.

"Langkah itu bertujuan hanya untuk perbaikan ekonomi di dalam negeri jepang saja. Karena disana ekonominya lagi berjalan stagnan," kata Tirta.

Sebagaimana diketahui, kelompok negara indstri yang tergabung dalam G7 sempat khawatir. kebijakan pelemahan Yen lebih mengarah ke arah perang kurs.

Pelemahan yen atas mata uang lain dianggap semakin agresif pasca terpilihnya Perdana Meteri baru, Shinzo Abe, yang akan mengucurkan dana stimulus senilai 2 triliun yen untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui perbaikan daya saing ekspor yang ada di negeri sakura tersebut. (Dis/Shd)