BI: Penyaluran kredit naik 3 persen capai Rp5.652,1 triliun di Oktober

·Bacaan 2 menit

Bank Indonesia (BI) mencatat kredit yang disalurkan oleh perbankan pada Oktober 2021 sebesar Rp5.652,1 triliun, tumbuh tiga persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), dan lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 2,1 persen (yoy).

"Akselerasi pertumbuhan kredit terjadi pada debitur perorangan dan korporasi," tulis BI dalam Laporan Uang Beredar Oktober 2021 yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan penyaluran kredit pada Oktober 2021 terjadi pada Kredit Modal Kerja (KMK), serta Kredit Konsumsi (KK).

Kredit kepada perorangan pada Oktober 2021 tumbuh 5,6 persen (yoy), meningkat dari sebelumnya 5,2 persen (yoy). Demikian pula kredit kepada korporasi meningkat 1,1 persen (yoy), berbalik arah dari pertumbuhan negatif 0,3 persen (yoy) pada September 2021.

Sementara itu, KMK kembali tumbuh menguat dari 2,7 persen (yoy) pada September 2021 menjadi 4,4 persen (yoy) pada Oktober 2021, terutama di sektor industri pengolahan serta sektor pengangkutan dan komunikasi.

Pertumbuhan KK juga terus mengalami akselerasi, dari tiga persen (yoy) pada September 2021 menjadi 3,8 persen (yoy), disebabkan oleh akselerasi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) dan multiguna.

Di sisi lain, Kredit Investasi (KI) tumbuh negatif 0,2 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya yang minus 0,01 persen (yoy), yang disebabkan oleh penurunan penyaluran KI pada sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan serta sektor konstruksi.

Bank sentral juga mencatat penyaluran kredit sektor properti pada Oktober 2021 tumbuh 4,6 persen (yoy), melambat dibandingkan September 2021 sebesar 5,7 persen (yoy) terutama pada kredit konstruksi, sedangkan KPR dan kredit pemilikan apartemen (KPA), serta kredit real estat mengalami perbaikan.

Sementara itu, penyaluran kredit kepada UMKM pada Oktober 2021 tumbuh sebesar 2,6 persen (yoy), sedikit melambat dari bulan sebelumnya (2,7 persen (yoy) , terutama terjadi pada kredit skala menengah.

Baca juga: BI sebut masih ada ruang untuk penurunan suku bunga kredit

Baca juga: Bank Mandiri proyeksi kredit nasional melonjak hingga 7 persen di 2022

Baca juga: OJK optimistis kredit tumbuh 4-5 persen sampai akhir tahun ini

Baca juga: Survei BI perkirakan pertumbuhan kredit capai 5,3 persen pada 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel