BI: Penyatuan Zona Waktu akan Untungkan Masyarakat

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

Jakarta (ANTARA) - Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas menilai rencana untuk menyatukan zona waktu Indonesia dari tiga menjadi satu waktu akan sangat menguntungkan masyarakat terutama di bidang perekonomian.

"Ini akan memudahkan masyarakat karena contohnya dengan perbedaan dua jam, teman-teman di Indonesia Timur baru bisa kliring jam 10 karena di Jakarta kliring baru dibuka jam 8 pagi," kata Ronald di Jakarta, Rabu.

Ronald menjelaskan, penyatuan waktu itu akan sangat menguntungkan proses transaksi keuangan yang selama ini sistemnya terintegrasi di Jakarta, sehingga jalannya bisnis dan kegiatan ekonomi lainnya bisa lebih efisien.

Untuk itu, lanjut Ronald, Bank Indonesia menyambut baik inisiatif dari Kantor Menko Perekonomian ini meski selayaknya dilakukan dengan kajian yang menyeluruh.

"Ini kan inisiatif kantor Menko Perekonomian, kita tunggu saja kajian mereka. BI akan tunggu dulu, ini kan juga baru gagasan," kata Ronald.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa juga menilai penyatuan zona waktu menjadi GMT+8, akan sangat menguntungkan karena waktu Indonesia akan sama dengan beberapa negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura.

"Kalau zona waktu kita bisa sama dengan negara-negara tetangga, maka kita bisa melakukan penghematan dalam jumlah besar, baik jam kerja, transaksi, maupun aktivitas ekonomi," kata Hatta.

Seperti diketahui, pemerintah berencana menyatukan tiga zona waktu Indonesia yang terdiri atas Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA) dan Waktu Indonesia Timur (WIT).

Rencananya, zona WITA yang akan dijadikan patokan, sehingga waktu Indonesia secara internasional akan menjadi GMT+8.

Penyatuan zona waktu tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing bangsa, khususnya dalam bidang ekonomi, dan menciptakan efisiensi kinerja birokrasi. (tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler