BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 3,5 Persen, IHSG Melemah Terbatas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berupaya bergerak ke zona hijau pada perdagangan Selasa (21/9/2021). Hal ini setelah pengumuman Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 3,5 persen.

Pada Selasa sore pukul 14.48 WIB, IHSG melemah 0,26 persen ke posisi 6.060. Indeks LQ45 susut 0,21 persen ke posisi 852,71. Sebagian besar indeks acuan tertekan. Pada perdagangan sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 6.068,79 dan terendah 5.996,40.

Sebanyak 299 saham melemah sehingga menekan IHSG. 219 saham mengaut dan 134 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.257.948 kali dengan volume perdagangan 21,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,1 triliun. Investor asing jual saham Rp 407,32 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) 14.183.

Sebagian besar sektor saham menguat. Indeks sektoral IDXsiklikal naik 1,14 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Diikuti indeks sektoral IDXenergy menanjak 0,49 persen dan IDXinfrastruktur menanjak 0,42 persen.

Sementara itu, indeks sektoral IDXfinance melemah 1 persen. Diikuti indeks sektoral IDXindustry susut 0,86 persen dan IDXhealth melemah 0,63 persen.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Top Gainers dan Losers

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham DSFI naik 34,78 persen

-Saham TRIS naik 34,72 persen

-Saham ARKA naik 34,67 persen

-Saham CAKK naik 28,57 persen

-Saham BIMA naik 26,15 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham IPAC turun 9,42 persen

-Saham CANI turun 6,99 persen

-Saham JECC turun 6,93 persen

-Saham BBSS turun 6,90 persen

-Saham TRUE turun 6,90 persen

Aksi Investor Asing

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham TLKM senilai Rp 47,9 miliar

-Saham BUKA senilai Rp 34,4 miliar

-Saham BTPS senilai Rp 16,4 miliar

-Saham ASSA senilai Rp 15,7 miliar

-Saham BBNI senilai Rp 13,9 miliar

Saham-saham yang dilepas investor asing antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 219,5 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 56,8 miliar

-Saham EXCL senilai Rp 32 miliar

-Saham ASII senilai Rp 30,2 miliar

-Saham ADRO senilai Rp 27,5 miliar

Bursa Saham Asia

Orang-orang berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Bursa saham Asia turun setelah Korea Utara (Korut) melepaskan rudalnya ke Samudera Pasifik. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)
Orang-orang berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Bursa saham Asia turun setelah Korea Utara (Korut) melepaskan rudalnya ke Samudera Pasifik. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) di level 3,50 persen pada September 2021.

Keputusan itu diambil setelah bank sentral menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Rabu hingga Kamis, 20-21 September 2021.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 20-21 September 2021 memutuskan, untuk mempertahankan BI sebesar 3,5 persen," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam sesi teleconference, Selasa, 21 September 2021.

Perry menuturkan, bank sentral pun kembali menahan suku bunga deposite facility tetap sebesar 2,75 persen, dan suku bunga lending facility tetap di level 4,25 persen.

"Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan di tengah perkiraan inflasi yang rendah, dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel