BI Pertahankan Suku Bunga Acuan, IHSG Ditutup di Zona Merah

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama akhirnya ditutup di zona merah. Di sisi lain, Bank Indonesia mengumumkan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 3,75 persen.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (15/12/2020), IHSG ditutup turun tipis 5 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.113,38. Sementara, indeks saham LQ45 juga melemah 0,14 persen ke posisi 968,68.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.160,97 dan terendah 6.075,83.

Pada sesi penutupan pedagangan, 211 saham perkasa tetapi tak mampu membawa IHSG ke zona hijau. Sementara itu, sebanyak 252 saham melemah sehingga menekan IHSG. Di luar itu, 166 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 1.647.729 kali dengan volume perdagangan 40,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 21,9 triliun.

Investor asing beli saham Rp 168 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.159.

Dari 10 sektor saham pembentuk IHSG, hanya tiga sektor yang berada di zona hijau yaitu sektor konstruksi yang naik 3,36 persen, sektor aneka industri yang menguat 0,76 persen, dan sektor keuangan menguat 0,33 persen.

Sementara sektor yang melemah dipimpin oleh sektor infrastruktur yang anjlok 1,42 persen. Disusul sektor industri dasar turun 1,10 persen dan sektor perkebunan melemah 0,69 persen.

Saham yang menguat antara lain VICI yang naik 35 persen ke Rp 135 per lembar saham. Kemudian BMRS yang naik 34,85 persen ke Rp 89 per lembar saham dan KOTA yang naik 31,65 persen ke Rp 208 per lembar saham.

Saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain TEBE yang melemah 6,96 persen ke Rp 535 per lembar saham. Kemudian LPLI turun 6,90 persen ke Rp 81 per lembar saham dan MFMI turun 6,88 persen ke Rp 745 per lembar saham.

Pembukaan Hari Ini

Pengunjung mengambil foto layar indeks harga saham gabungan yang menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin.(Liputan6.com/Faizal Fanani)
Pengunjung mengambil foto layar indeks harga saham gabungan yang menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan Kamis pekan ini. Seluruh sektor pembentuk IHSG berada di zona hijau.

Pada pra-pembukaan perdagangan Kamis (17/12/2020), IHSG naik tipis 14,69 poin atau 0,24 persen ke level 6.133,09. Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00, IHSG masih menguat 39,87 poin atau 0,65 persen ke 6.158,27.

Indeks saham LQ45 juga menguat 0,64 persen ke posisi 976,50. Sebagian besar indeks acuan bergerak di zona hijau

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.160,97. Sedangkan terendah 6.133,09.

Sebanyak 238 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Kemudian 60 saham melemah dan 153 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham cukup ramai yaitu 62.543 kali dengan volume perdagangan 1,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 979,9 miliar.

Tercatat, investor asing jual saham di pasar regular mencapai Rp 7,20 miliar. Sedangkan nilai tukar rupiah berada di 14.145 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona hijau. Penguatan dipimpin oleh sektor konstruksi yang melesat 1,37 persen. Kemudian disusul sektor pertambangan naik 1,24 persen dan sektor industri dasar naik 0,87 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain VICI naik 35 persen ke Rp 135 per lembar saham. Kemudian ZBRA naik 32,67 persen ke Rp 134 per saham dan PTDU naik 24,47 persen ke Rp 590 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain JMAS turun 7 persen ke Rp 186 per lembar saham, MFMI yang turun 6,88 persen ke Rp 745 per lembar saham dan ASJT turun 6,67 persen ke Rp 224 per saham.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: