BI: Pertumbuhan Kredit Tahun Depan Masih Tinggi  

  • Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Merdeka.com
    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meneruskan gagasan yang sudah dicetuskan sejak era Menteri Tanri Abeng, yakni meleburkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Keduanya adalah bank pelat merah yang telah melantai di bursa saham. …

  • IPW Temukan Kejanggalan Akuisisi BTN oleh Mandiri

    Antara

    Jakarta (Antara) - Indonesia Property Watch menemukan kejanggalan rencana akuisisi atau mengalihkan saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) oleh pemerintah kepada PT Bank Mandiri TBK. "Banyak kejanggalan, pertama, sebelum ada rencana akuisisi ini, `fit and proper test` (uji kelayakan dan kepatutan) ini masih belum matang, tiba-tiba penggantinya ada dan ada surat dari Kementerian BUMN," kata DIrektur Eksekutif IPW Ali Tranghanda dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin. ... …

  • Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNnews.com
    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNNEWS.COM - Agus menyerahkan hal tersebut kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan …

TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan pada tahun depan masih tinggi. Bahkan, ia memprediksi, besar pertumbuhan kredit itu lebih tinggi ketimbang realisasi tahun ini. "Sekitar 22 sampai 26 persen," ujar Halim di kantornya, Rabu, 19 Desember 2012.

Perkiraan pertumbuhan kredit itu masih bergantung pada kondisi ekonomi dan asumsi makro pada tahun depan. Sedangkan untuk inflasi, dia memperkirakan, tidak akan jauh berbeda dengan saat ini.

Nah, terkait dengan kemungkinan kenaikan karena adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BM) dan tarif dasar listrik serta upah minimum provinsi pada tahun depan, menurut dia, bakal signifikan. "Kalau BBM juga naik, nanti kita juga harus hitung dulu," kata dia.

Bank Indonesia (BI) hingga September 2012 mencatat pertumbuhan kredit perbankan sebesar 22,9 persen. Pertumbuhan kredit tersebut melambat ketimbang bulan sebelumnya, yang mencapai 23,6 persen.

Sebelumnya, pada akhir Juni lalu, BI sempat mencatat pertumbuhan di angka 25,8 persen. Angka itu sudah melampaui tren yang terjadi pada tahun sebelumnya, yang hanya berkisar di 20-24 persen.

Sebagai catatan pada 2009 lalu, pertumbuhan kredit tercatat 10 persen, sementara tahun 2010 melesat 22,8 persen. Terakhir, pada 2011 lalu, pertumbuhan kredit meningkat lagi menjadi 24,5 persen.

Pertumbuhan kredit mulai melambat pada Agustus karena adanya sektor kredit modal kerja (KMK) yang sedikit lesu. Meski begitu, secara keseluruhan, Halim optimistis, rata-rata pertumbuhan kredit untuk tahun ini bisa berada pada kisaran yang sesuai, yaitu 20 hingga 24 persen.

GUSTIDHA BUDIARTIE

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...