BI Prediksi Transaksi Digital Banking di 2021 Tembus Rp33 Ribu Triliun

Hardani Triyoga, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo optimis layanan keuangan dan perbankan digital saat ini semakin digandrungi masyarakat luas. Ia percaya peningkatan ini meski ada pembatasan mobilitas masyarakat akibat pandemi COVID-19.

Perry mengatakan hal itu dapat dibuktikan melalui catatan transaksi digital banking pada tahun lalu yang totalnya mencapai lebih dari Rp27 ribu triliun.

"Insha Allah tahun ini (transaksi digital banking) akan tumbuh sekitar 21,8 persen, menjadi kurang lebih Rp33 ribu triliun," kata Perry dalam telekonferensi, Rabu 5 Mei 2021.

Perry menilai bahwa digital banking telah menjadi new normal di dalam sistem ekonomi dan keuangan digital di Indonesia. Apalagi di era pandemi ini. "Dan. itu lah yang harus kita syukuri," ujarnya.

Maka itu, ia menekankan keuangan digital, marketplace, dan digital banking, menjadi game changer di dalam proses pemulihan ekonomi nasional yang berupaya bangkit lantaran diterpa pandemi COVID-19.

"Dan untuk itu, terima kasih atas kolaborasi yang selama ini dilakukan oleh berbagai pihak terkait," kata Perry.

Selain itu, Perry menambahkan hal lain yang juga turut membanggakan adalah digitalisasi perbankan di Tanah Air ini telah berkembang sangat cepat.

Sebab, Perry mengingat tiga tahun lalu dirinya masih mencoba dan berupaya mengajak kawan-kawan di sektor perbankan untuk mempercepat digitalisasi perbankan.

"Di mana saat itu sambutannya sangat luas, dan itu membanggakan saya," lanjut Perry.

Apalagi, lanjut Perry, saat ini transaksi digital perbankan baik yang berkaitan dengan transfer, pembukaan rekening, atau berbagai transaksi online banking, digital banking, makin diminati oleh masyarakat.

"Semuanya menjadi pilihan-pilihan yang semakin digemari oleh masyarakat," ujarnya.