BI Prediksi Uang Masuk Usai Lebaran di Kota Solo Tembus 100 Persen

Merdeka.com - Merdeka.com - Banyaknya pemudik yang pulang kampung ke Kota Solo punya andil besar dalam pergerakan ekonomi di wilayah tersebut. Bank Indonesia (BI) Solo memprediksi inflow di Kota Bengawan pascalebaran 2022 bakal ada di atas 100 persen.

Kepala Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Solo, Nugroho Joko Prastowo mengatakan, hingga dua pekan setelah lebaran tercatat sudah lebih dari Rp2,2 triliun uang yang disetor ke perbankan. Menurutnya, jumlah ini hampir 40 persen dari outflow yang dikeluarkan BI Solo sebesar Rp5,6 triliun pada periode lebaran 2022.

"Kota Solo sebagai wilayah inflow, bakal banyak uang masuk. Bisa mencapai lebih dari 100 persen, karena banyak pemudik datang ke Solo. Dalam kurun waktu sebulan ke depan bisa sudah masuk 100 persen," ujar Joko di kantornya, Kamis (12/5).

Joko menjelaskan, dibanding periode lebaran sebelum pandemi Covid-19, inflow kali ini dipastikan bisa lebih cepat. Sekitar sebulan pascalebaran realisasinya mencapai 100 persen.

Pada pekan pertama saja, realisasi inflow sudah Rp1,1 triliun. Pekan kedua juga Rp1,1 triliun. Ini diprediksi akan terus bertambah.

Pada 2019 lalu, lanjut Joko, inflow pascalebaran realisasinya hanya sekitar 70 persen. "Periode lebaran tahun ini angka pemudik ke Solo tinggi, terlihat dari data exit tol. Ini bisa diindikasikan inflow juga akan lebih banyak," terang dia.

Dikatakan Joko, inflow yang terjadi di Kota Solo tidak hanya berasal dari uang yang dikeluarkan BI Solo, namun juga pemudik dari berbagai kota yang masuk ke Kota Solo.

"Inflow itu tidak selalu sama dengan outflow yang dikeluarkan BI Solo. Realisasinya tidak mesti 100 persen, bisa lebih dari jumlah outflow," tandasnya.

Joko menjelaskan, seperti saat sebelum pandemi, selama sebulan sekitar 70 persen uang sudah masuk kembali ke BI Solo. Namun saat pandemi jumlahnya turun. Pascapandemi ini, ia memprediksi inflow di Kota Solo lebih dari 100 persen. Karena banyak pemudik yang uangnya masuk ke Solo.

Terpisah, Vice President Bank Mandiri Area Solo, Ony Suryono Widodo mengemukakan, pascalebaran, aktivitas nasabahnya menunjukkan kegiatan setoran atau menempatkan dana lebih tinggi ketimbang penarikan dana. Dengan deviasi sebesar 42,3 persen.

Sebaliknya, aktivitas nasabah sebelum lebaran menunjukkan penarikan dana oleh nasabah lebih tinggi ketimbang setoran atau penempatan dana. Deviasinya sebesar 12,5 persen.

Selama periode lebaran, lanjut dia, pihaknya menyiapkan kebutuhan uang tunai nasabah, sebesar Rp300 miliar. Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, aktivitas penempatan dana oleh nasabah menunjukkan peningkatan sampai H+7 pascalebaran.

"Kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, masih menunjukkan tren yang sama," tutup dia. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel