BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Bakal Positif, Didorong Ekspor

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kuartal IV 2021 akan melanjutkan tren positif. Hal ini melihat realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal II dan III yang ada di zona positif juga.

"Pertumbuhan ekonomi domestik diprakirakan terus berlangsung secara bertahap, meskipun kinerja ekonomi triwulan III 2021 lebih rendah dari capaian triwulan sebelumnya sebesar 7,07 persen (yoy). Ini seiring pembatasan mobilitas untuk mengatasi varian delta Covid-19," ungkapnya dalam video konferensi Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI - November 2021, Kamis (18/11/2021).

Positifnya pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2021 ini akan ditopang oleh kinerja ekspor Indonesia. Hal ini bisa menyeimbangkan masih tertahannya konsumsi rumah tangga dan investasi.

Pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2021 juga didukung oleh kinerja positif Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan, Perdagangan, dan Pertambangan, serta kinerja ekonomi wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), Kalimantan, hingga Sumatera.

Hal ini tercermin dari kenaikan indikator hingga awal November 2021 seperti mobilitas masyarakat, penjualan eceran, ekspektasi konsumen, PMI Manufaktur, serta realisasi ekspor dan impor.

"Untuk itu, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat lebih tinggi pada tahun 2022, didorong pula oleh mobilitas yang terus meningkat sejalan dengan akselerasi vaksinasi, pembukaan sektor-sektor ekonomi yang lebih luas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut," tandasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal III 2021 Capai 3,51 Persen

Warga berada di sekitar Spot Budaya Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen, Indonesia dipastikan resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kali mengalami minus. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Warga berada di sekitar Spot Budaya Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen, Indonesia dipastikan resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kali mengalami minus. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kumulatif pada kuartal III 2021 tumbuh positif sebesar 3,51 persen secara tahunan atau year on year (YoY) dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Namun, angka tersebut masih lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021, yang mencapai 7,07 persen.

Kepala BPS Margo Yuwono melaporkan, jika dihitung secara kuartalan atau qtq, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal ketiga lalu tumbuh sebesar 1,55 persen.

"Dibandingkan dengan triwulan 3 2020 atau secara yoy, perekonomian Indonesia tumbuh 3,51 persen," ujar Margo dalam sesi teleconference, Jumat (5/11/2021).

Adapun secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tiga kuartal di 2021 juga naik 3,24 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, atau pada Januari-September 2020.

"Secara kumulatif dari triwulan 1-3 2021, dibandingkan dengan periode sama 2020, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 3,24 persen," terang Margo.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel