BI Sebut Kenaikan Suku Bunga untuk Menekan Lonjakan Inflasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan, Bank Indonesia kembali menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 4,75 persen sebagai langkah untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini terlalu tinggi (overshooting).

"Bank Indonesia barus aja menaikkan suku bunga karena kita melihat ada potensi baru inflasi kita akan naik karena permintaan kita akan meningkat. Mobilitas sudah bergerak, banyak orang belanja di mall-mall penuh, travel juga banyak, potensi demandnya sekarang meningkat," kata Dody dalam acara peresmian Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Sulawesi Tengah, Senin (30/10).

Menurutnya, ekspektasi inflasi jika tidak segera ditangani dengan cepat, akan membentuk ekspektasi inflasi yang sangat tinggi di masyarakat. Oleh karena itu, dengan menaikkan suku bunga menjadi salah satu cara Bank Indonesia untuk menekan ekspektasi inflasi masyarakat terlalu jauh.

"Yang kami takutkan inflasi ekspektasi, inflasi yang dibentuk oleh masyarakat besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan. Ekspektasi itu paling bahaya kalau kita tidak atasi secara cepat," ujarnya.

Dia pun mencontohkan bentuk ekspektasi inflasi yang sifatnya temporer seperti masalah cabai pasokannya berkurang sehingga menyebabkan harga cabai naik. Menurut dia, jika tidak diatasi segera, maka akan membentuk ekspektasi harga cabai akan naik terus dalam beberapa minggu sampai bulan depan.

"Oleh karena itu menjadi penting bagi Bank Indonesia untuk memerangi ekspektasi inflasi. Bukan hanya Bank Indonesia sebenarnya, tapi seluruh Bank Sentral yang punya mandate kepada inflasi dia harus bicara soal ekspektasi, dan ekspektasi itu harus dibuktikan dengan tindakan nyata dari otoritas untuk mengatasi masalah inflasi itu," ujarnya.

Salah satu tindakan nyata dari Bank Indonesia untuk menangani masalah inflasi yaitu melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), yang berkolaborasi dengan Pemerintah daerah di berbagai Provinsi di Indonesia.

"Kami sangat senang Bank Indonesia punya komitmen yang tinggi untuk bersama-sama dengan Kementerian Lembaga terkait, termasuk Pemerintah daerah untuk memastikan permasalah inflasi ini kita atasi," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]