BI sebut penurunan suku bunga bank BUMN paling tinggi

·Bacaan 2 menit

Bank Indonesia (BI) menyebutkan penurunan suku bunga dasar kredit (SBDK) untuk kelompok bank BUMN tercatat paling tinggi di antara kelompok bank lainnya pada Maret 2021.

"Kelompok bank BUMN mencatatkan penurunan SBDK yang paling dalam di antara kelompok bank lainnya yaitu sebesar 270 bps (yoy) pada Maret 2021," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Selasa.

Ia memastikan penurunan SBDK ini didukung suku bunga kebijakan moneter yang tetap rendah dan likuiditas yang masih longgar untuk memulihkan kondisi perekonomian nasional.

Namun, menurut dia, kebijakan ini belum didukung kelompok bank non-BUMN yang masih menurun secara terbatas, meski SBDK perbankan sudah turun keseluruhan sebesar 174 bps (yoy) menjadi 8,9 persen.

Penurunan SBDK tersebut, tambah Perry, juga belum diikuti dengan penurunan suku bunga kredit baru secara sepadan yaitu hanya sebesar 59 bps (yoy) pada periode yang sama.

Berdasarkan kelompok bank, bank pembangunan daerah (BPD), bank umum swasta nasional (BUSN) dan bank BUMN mencatatkan penurunan suku bunga kredit baru masih sangat rendah, yaitu masing-masing sebesar 34 bps (yoy), 52 bps (yoy) dan 55 bps (yoy).

Perkembangan positif terlihat pada kelompok kantor cabang bank asing (KCBA) yang mengalami penurunan suku bunga kredit baru paling signifikan yaitu sebesar 158 bps (yoy).

Saat ini, suku bunga kredit baru untuk kelompok BPD dan BUSN tercatat berada pada level tertinggi dibanding kelompok bank lainnya yaitu masing-masing sebesar 10,05 persen dan 9,32 persen.

"Sementara, suku bunga kredit baru bank BUMN dan KCBA tercatat masing-masing sebesar 8,70 persen dan 5,34 persen," kata Perry.

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) periode 24-25 Mei 2021 memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI Seven Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 3,5 persen.

Keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah serta upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan ini, bank sentral juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 2,75 persen dan suku bunga lending facility tetap sebesar 4,25 persen.

Baca juga: BI lanjutkan 7 kebijakan guna pulihkan ekonomi nasional
Baca juga: BI pertahankan suku bunga acuan 3,5 persen
Baca juga: BI: Utang luar negeri RI triwulan I turun, capai 415,6 miliar dolar

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel