BI Sebut Penyelenggaraan ISEF Secara Virtual Minim Biaya, Namun Kaya Manfaat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng mengatakan Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan kegiatan rutin Indonesia Syariah Economic Festival Ke-7 tahun 2020. Acara yang dibuka sejak 7 Agustus lalu tetap terselenggara dengan meriah walau dilaksanakan secara virtual.

"Pandemi covid-19 tidak menyurutkan semangat menyelenggarakan ISEF tahun ini secara virtual," kata Sugeng dalam sambutannya di acara Penutupan ISEF Ke-7 2020, Jakarta, Sabtu (31/10).

Dalam kondisi ini kata Sugeng, Indonesia dihadapkan perubahan peradaban yang cepat. Semua dipaksa berpindah ke peradaban digital. Namun, Transformasi digital ternyata memberikan banyak manfaat hingga yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

"Ternyata dengan digital ini banyak kebermanfaatan yang kita peroleh dan tidak kita perkirakan sebelumnya," kata Sugeng.

Penyelenggaraan ISEF yang dilakukan secara virtual ini bisa diikuti oleh peserta tak hanya dalam negeri tetapi juga hingga dunia internasional. Tahun ini peserta ISEF meningkat 997 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bila tahun 2019 lalu hanya diikuti 40 ribu peserta, kali ini ISEF diikuti 431 ribu peserta.

Jumlah kegiatan pun meningkat 681 persen dibandingkan tahun 2019. Tahun ini ada 211 kegiatan dari sebelumnya hanya 27 kegiatan. Lelang wakaf tahun ini kata Sugeng juga meningkat pesat.

"Jadi ini meningkat luar biasa," kata dia.

Sisi Biaya

Dari sisi biaya penyelenggaraan ISEF kali ini juga disebut Sugeng menurun signifikan. Meski tidak menyebutkan secara rinci, namun kegiatan ini dianggap sangat bermanfaat.

"Dari sisi biaya juga menurun signifikan, tapi manfaat luar biasa," kata dia.

Namun, kata Sugeng di tahun depan perlu mendatangkan merancang strategi untuk meningkatkan nilai investasi dari kegiatan tahunan ini. Dia menambahkan selama kegiatan ISEF Ke-7 ini para narasumber dan peserta terlihat antusias mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan.

"Seluruh kegiatan tadi juga kita penting dilakukan untuk mendorong kegiatan ekonomi yang masih terhalang karena pandmei . Ini juga sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif dan berkesinambungan," kata dia mengakhiri.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: