BI Sulsel bina UMKM kopi luwak di Malino

Royke Sinaga
·Bacaan 1 menit

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Selatan melakukan pembinaan sejumlah UMKM agar lebih berkembang, salah satunya UMKM kopi luwak di Malino, Kabupaten Gowa, Sulsel.

"Komoditas kopi merupakan salah satu fokus binaan BI Sulsel, karena itu kopi luwak Malino menjadi salah satu binaan sejak 5 tahun lalu," Kepala Divisi Implementasi Kajian Ekonomi Keuangan Daerah BI Sulsel, Edwin Permadi di Makassar, Kamis.

Untuk mendorong perekonomian di Sulsel, BI Sulsel memberikan bantuan kepada UMKM sesuai kebutuhan di lapangan.

Pembinaan UMKM yang dilakukan oleh BI terbagi dua yaitu untuk peningkatan ekspor dan ketahanan pangan.

"Bantuan teknis pengembangan UMKM di mana BI memberikan bantuan teknis kegiatan seperti pelatihan keuangan, pengelolaan usaha, dan pelatihan teknis. Kita berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait seperti untuk memfasilitasi pameran, baik dalam maupun luar negeri," katanya.

Kopi luwak Malino sudah terkenal hingga ke mancanegara setelah difasilitasi oleh BI untuk promosi hingga ke luar negeri, termasuk mengikuti pameran di Singapura yang bisa membuka akses untuk ekspor.

Kopi luwak Malino hingga kini telah dinikmati di beberapa negara di antaranya Singapura, Taiwan, dan Hongkong/Cina.

Sementara itu, Barista kopi Luwak Malino, Zain yang juga pengelola usaha itu menyebutkan bahwa bahan utama produknya dari petani di Topidi, Kabupaten Gowa.

Kopi utuh itu kemudian menjadi bahan makanan untuk musang/luwak. Selanjutnya diolah setelah luwak mengeluarkannya dalam bentuk feses atau kotoran.

Biji kopi tersebut kemudian dicuci dengan standar khusus lalu dijemur hingga kadar air tertentu. Kemudian di-roasting/sangrai dan disaring untuk selanjutnya menjadi sajian minuman yang nikmat bagi konsumennya atau pun dijual dalam bentuk kemasan.
Baca juga: BI Sulsel prediksi ekonomi tumbuh 4 persen awal 2021
Baca juga: Pembatasan jam operasional UMKM antara cegah COVID-19 dan keterpurukan
Baca juga: Kinerja ekspor pertambangan pengaruhi pertumbuhan ekonomi Sulsel