BI Sulsel fasilitasi UMKM Sulampua ke pasar global

Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) berkiprah di pasar global melalui Anging Mammiri Business Fair (AMBF) 2022.

"Dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang telah mengalami pemulihan pasca pandemi COVID-19, AMBF 2022 bertujuan mendorong ekspor oleh UMKM di wilayah Sulampua," kata Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Fadjar Majardi di Makassar, Jumat.

Kegiatan kedua AMBF tahun ini mengusung tema “UMKM Sulampua Go Global" memiliki visi membangun optimisme para pelaku ekonomi di Sulampua dengan meningkatkan komoditi ekspor untuk merambah pasar global.

Berkaitan dengan hal tersebut, kata Fadjar, BI dalam mengembangkan UMKM berorientasi ekspor meminta memperhatikan sedikitnya tiga aspek yaitu produksi, regulasi, dan permodalan.

Baca juga: Wagub: Ajang BJCW dorong akselerasi kemajuan UMKM di Bali

Pada sisi produksi, pengembangan UMKM perlu memperhatikan konsistensi baik dari segi kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Pada sisi regulasi, perlu adanya harmonisasi kebijakan dan peraturan yang mendorong UMKM untuk ekspor.

Sementara pada sisi permodalan, perlu adanya alternatif pembiayaan agar UMKM dapat bertumbuh secara signifikan.

Namun, untuk mendorong UMKM menjadi pemain global memerlukan strategi pengembangan dan dukungan dari seluruh stakeholder.

Menjawab tantangan tersebut, pelaksanaan kegiatan AMBF 2022 diharapkan dapat meningkatkan akses pasar UMKM di wilayah Sulampua untuk ekspor, sehingga dapat tercipta keselarasan antara pembeli dan pengepul dengan UMKM.

Baca juga: BI catat pertumbuhan kredit capai 11,95 persen pada Oktober
Baca juga: BI: Konektivitas pembayaran ASEAN-5 akan hubungkan UMKM kawasan