BI Sultra gandeng Triple-K ajak masyarakat bertransaksi dengan QRIS

·Bacaan 1 menit

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara menggandeng Komunitas Kuliner Kendari (Tripel-K) mengajak masyarakat bertransaksi secara non-tunai dengan metode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Asisten Manager Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran BI Sultra Perdana Wahyu di Kendari, Senin, mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk melakukan transaksi menggunakan QRIS.

“Peran teman UMKM di sini bagaimana membuat pelanggan berbelanja menggunakan QRIS," katanya di sela Festival Kuliner Ramadhan yang diselenggarakan di pelataran Tugu Religi MTQ Kendari.

Baca juga: BI Sultra dorong masyarakat gunakan QRIS lewat pameran UMKM

Dia mengaku pada ajang tersebut, pihaknya menyediakan 1.000 kupon belanja bagi pengunjung yang ingin bertransaksi non-tunai di kawasan Festival Kuliner Ramadhan 1443 H.

Ia menjelaskan setiap pengunjung akan mendapatkan maksimal lima kupon yang setiap kuponnya berisi saldo Rp5 ribu. Lalu dengan kupon tersebut masyarakat hanya membayar Rp1 untuk setiap kuliner.

"Jadi dengan kupon ini masyarakat cukup bayar Rp1 dengan lalu discene ke bar code (pemindai) yang ada di pelaku UMKM," ujar dia.

Baca juga: BI tingkatkan batas saldo uang elektronik jadi Rp20 juta mulai Juli

Ketua Tripel-K Muhammad Yusri mengatakan pihaknya bersama pelaku UMKM lainnya di Kota Kendari siap mendukung dalam digitalisasi pembayaran.

"Kami mengapresiasi komitmen BI Sultra untuk membangun dan membiasakan UMKM untuk melakukan transaksi non-tunai," ujar Yusri.

Ia menambahkan Festival Kuliner Ramadhan yang merupakan agenda tahunan pihaknya, diikuti 52 brand UMKM termasuk UMKM perajin.

Baca juga: BI Bali targetkan tujuh pasar tradisional terapkan SIAP QRIS pada 2022

Baca juga: BI: 133 ribu pedagang di Kepulauan Riau telah gunakan QRIS

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel