BI Tagih Janji Bank BUMN Turunkan Suku Bunga Kredit Maret 2021

Dusep Malik, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menekankan, perbankan belum juga secara optimal melakukan penyesuaian suku bunga kredit dengan suku bunga acuan yang saat ini masih tetap di level 3,5 persen.

Perry menyatakan, padahal longgarnya likuiditas dan penurunan BI-7 day reverse repo rate sebesar 150 basis poin (bps) sejak 2020 mendorong rendahnya rata-rata suku bunga PUAB overnight sekitar 2,96 persen selama Februari 2021.

Di sisi lain dia melanjutkan, suku bunga deposito untuk satu bulan juga telah menurun sebesar 189 bps year on year (yoy) ke level 4,06 persen sejak Januari 2020 hingga Januari 2021.

"Namun demikian, penurunan suku bunga kredit pada periode yang sama masih cenderung terbatas, yaitu hanya sebesar 78 bps ke level 9,72 persen," kata Perry saat konferensi pers, Kamis, 18 Maret 2021.

Di tengah penurunan suku bunga acuan BI sebesar 125 bps yoy sampai dengan Januari 2021, Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan pada periode yang sama hanya turun sebesar 78 bps yoy.

"Hal ini menyebabkan spread SBDK terhadap BI-7 day reverse repo rate cenderung melebar dari sebesar 5,82 persen pada Januari 2020 menjadi sebesar 6,28 persen pada Januari 2021," tegasnya.

Adapun suku bunga deposito lebih cepat dalam merespons penurunan suku bunga kebijakan, sehingga spread antara suku bunga SBDK dan suku bunga deposito 1 bulan juga mengalami kenaikan dari 4,86 persen menjadi 5,97 persen.

Dari sisi jenis kredit, SBDK kredit mikro tercatat sebesar 13,77 persen, kredit konsumsi non-KPR 10,71 persen, kredit ritel 9,63 persen, kredit konsumsi KPR 9,61 persen, dan kredit korporasi 9,16 persen.

Dari sisi kelompok bank, SBDK tertinggi hingga Januari 2021 tercatat pada bank-bank BUMN sebesar 10,80 persen diikuti oleh BPD 9,79 persen, BUSN 9,46 persen dan KCBA 6,58 persen.

"Namun demikian, SBDK bank-bank BUMN diperkirakan akan menurun pada Maret 2021 dengan rencana penurunan yang telah diumumkan," ucap Perry.

Bank Indonesia, ditegaskan Perry mengharapkan bank-bank lain juga dapat mempercepat penurunan suku bunga kredit sebagai upaya bersama untuk mendorong kredit atau pembiayaan bagi dunia usaha dan pemulihan ekonomi nasional.