BI Tak Atur Ketentuan Nasabah Kartu Kredit yang Terindikasi PHK

BI Tak Atur Ketentuan Nasabah Kartu Kredit yang Terindikasi PHK

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hajrah

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- Bank Indonesia (BI) mengaku tak mengatur khusus terkait aturan perlindungan nasabah yang terindikasi pemutusan hubungan kerja (PHK), bangkrut hingga sakit keras bagi nasabah kartu kredit.

Hal tersebut ditegaskan Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Jakarta, Rosmaya Hadi mengingat banyak juga pertanyaan seputar nasabah yang masuk ke BI terkait hal itu.

Dijelaskannya bahwa utang dalam hal ini kewajiban nasabah kartu kredit tetap wajib dilunasi, karena perbankan juga berorientasi bisnis.

Namun Rosmaya memberikan solusi, bahwa sebaiknya ‎terlebih dahulu bank penerbit dan nasabah bisa melakukan perjanjian khusus untuk poin-poin demikian.

Sebagai contoh melakukan negoisasi dala‎m melakukan cicilan sisa utang atau bunga yang tidak ditambah lagi bunganya atau menyicil lebih lama di luar batas cicilan umum nasabah lain.

Dengan begitu kata Rosmaya konsumen tetap mampu melunasi kewajibannya dan bank tidak akan rugi.

Namun Rosmaya menyarankan bahwa konsumen tetap harus bijak dalam menilai kemampuan keuangannya dalam bertransaksi menggunakan kartu.

Baca Juga:

BI Tak Atur Ketentuan Nasabah Kartu Kredit yang Terindikasi PHK

Indra Sjafri: Pelajaran dari Oman Buat Hadapi UAE

Coblos Ulang, 60 Persen DPT Memilih di 7 TPS Bekasi Utara