Biadab, OPM Tembak Mati Prajurit Banteng Raiders Usai Salat Subuh

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ada fakta mengejutkan dari gugurnya prajurit militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG dari Batalyon Raider 400/Banteng Raiders, Komando Daerah Militer IV Diponegoro.

Ternyata Pratu Roy Vebrianto ditembak kelompok separatis bersenjata OPM Papua beberapa saat setelah menunaikan ibadah Salat Subuh di Pos TNI wilayah Titigi, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

"Pratu Roy Vebrianto yang ditembak secara membabi buta sesaat dirinya usai melaksanakan ibadah Salat Subuh di Pos Titigi Yonif Raider 400/BR," kata Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kapen Kogabwilhan) III, Kolonel Czi I Gusti Nyoman Suriastawa kepada VIVA Militer, Jumat 22 Januari 2021.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima, Pratu Roy ditembak dari jarak sangat dekat, yakni sekitar 200 meter. Peluru langsung bersarang di dada sebelah kanan. Pratu Roy menghembuskan napas terakhir di perjalanan menuju Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Caritas, Timika.

Sementara itu, Pratu Dedi Hamdani, ditembak OPM Papua Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Penyangga (Mobile) Yonif Raider 400/BR dari Yonif Raider 408/Suhbrastha gugur ditembak secara membabi buta dari arah ketinggian di hutan yang terletak antara Kampung Sugapa Lama dan Kampung Hitadipa.

Baca: Innalillahi, Dua Prajurit Raider TNI Gugur Ditembak OPM di Papua