Biadab, Satu Prajurit TNI Kembali Ditembak Kelompok OPM di Papua

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kelompok separatis bersenjata Papua yang tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali berulah di Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua.

Pada hari Jum'at, 12 Februari 2021 kemarin, para pemberontak OPM itu kembali melakukan serangan terhadap sejumlah prajurit TNI yang bertugas sebagai Satgas Apter Kodim Persiapan Intan Jaya.

Satu orang prajurit TNI AD terkena tembakan. Prajurit TNI AD yang menjadi korban penembakan kelompok OPM itu adalah Praka Hendra Sipayung. Praka Hendra ditembak ketika sedang berada di sebuah warung milik salah satu warga Papua yang bernama Kevin.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono membenarkan insiden penembakan tersebut. "Benar korban ditembak di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Jumat sekitar pukul 15.15 WIT," kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo, Jum'at malam, 12 Februari 2021.

Secara terpisah, Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suriastawa juga membenarkan insiden penembakan tersebut. Kolonel Suriastawa menduga pelaku penembakan adalah kelompok OPM pimpinan Undius Kogoya yang akhir-akhir ini kerap kali berulah dan melakukan aksi teror di Intan Jaya.

“Atas koordinasi dengan pihak Polri, kita lakukan pendalaman motifnya dan sedang dilakukan pengejaran terhadap pelaku,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh VIVA Militer, saat ini korban masih dalam keadaan sadar dan tengah mendapatkan perawatan di Puskesmas Bilogai dan rencananya pada hari Sabtu baru akan dievakuasi ke Timika, karena terkendala dengan kondisi cuaca untuk penerbangan evakuasi korban.

Untuk diketahui, penyerangan yang dilakukan kelompok OPM di Intan Jaya, Papua terhadap prajurit TNI itu bukan baru pertama kali ini terjadi.

Terakhir, serangan serupa juga terjadi pada tanggal 22 Januari 2021 lalu. Ketika itu prajurit TNI AD yang menjadi korban kebiadaban kelompok bersenjata OPM adalah Pratu Roy Vebrianto. Pratu Roy tewas setelah melakukan salat subuh di Pos Titigi. Peluru tajam dari senjata OPM mensasar bagian dada Pratu Roy. Pratu Roy adalah prajurit TNI AD dari satuan Batalyon Raider 400/Banteng Raider yang bertugas sebagai Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG.

Selang beberapa saat setelah Pratu Roy tewas, Pratu Dedi Hamdani juga tewas akibat timah panas OPM. Pratu Dedi tewasa ketika sedang melakukan pengejaran terhadap kelompok OPM yang menembak Pratu Roy Vebrianto. Pratu Dedi ditembak dari arah ketinggian di antara Distrik Sugapa Lama dan Hitadipa.