Biak ekspor ikan tuna ke Jepang capai 35 ton

Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Kabupaten Biak Numfor, Papua menyebutkan ekspor ikan tuna segar ke Jepang dengan angkutan udara dari bandara Frans Kaisiepo Biak mencapai sekitar 35 ton.

"Selama 11 kali pengiriman ekspor ikan tuna segar ke Jepang dilakukan perusahaan ikan mitra SKPT Biak dengan penerbangan Garuda berlangsung lancar sesuai jadwal, " ujar Kepala Dinas Perikanan Biak Effendi Igirisa di Biak, Jumat.

Ia mengakui, permintaan ikan tuna segar ke Jepang terus meningkat karena kualitas tuna dari Biak dinilai sangat bagus dan berkualitas.

Kadis Perikanan Effendi mengatakan, SKPT Biak terus mendorong ekspor ikan tuna rutin setiap pekan guna memenuhi permintaan pasar di Jepang.

"Masalah harga ikan tuna pasar di Jepang juga sangat mempengaruhi pengiriman ekspor ke Jepang, " ujar Effendi Igirisa.

Diakuinya, kawasan perairan Biak, Papua, yang masuk dalam Wilayah Penangkapan Perikanan Negara Republik Indonesia atau WPPNRI 717 memiliki potensi Ikan Tuna Yellowfin yang berpotensi untuk diekspor ke Jepang dan China.

Kurun waktu satu tahun potensi Ikan Tuna Yellowfin di kawasan perairan Biak wilayah WPPNRI 717 mencapai 800 ribu ton.

Dengan besarnya potensi tersebut akan membuka peluang ekspor ke luar negeri, terutama tujuan Jepang dan China.

Berdasarkan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menjadikan Kabupaten Biak Numfor memiliki potensi tuna yang cukup banyak sehingga Komite Ekonomi Industri Nasional.

Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong Biak untuk diusulkan sebagai kawasan strategis nasional untuk pengembangan perikanan Tuna di Kawasan Timur Indonesia.