Biang Kerok Bandara Kertajati Masih Sepi

Merdeka.com - Merdeka.com - Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Nur Isnin Istiartono, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menegaskan kepadatan lalu lintas suatu bandara tidak instan. Pernyataan tersebut sebagai respon atas nasib Bandara Kertajati yang sepi penerbangan.

"Bandara seperti halnya infrastruktur transportasi yang lain, tidak bisa langsung melahirkan trafik dan mobilitas dalam jangka waktu pendek," ujar Isnin di Jakarta, Selasa (20/9).

Menurutnya, manfaat kehadiran bandara akan terasa dalam jangka menengah dan jangka panjang, pada saat mobilitas masyarakat makin tinggi dan membutuhkan pilihan transportasi yang cepat dan aman. Jika seluruh kementerian atau lembaga dapat menjalin kerjasama dan kolaborasi yang positif dan melibatkan pemerintah daerah serta pihak terkait penerbangan, upaya pemulihan lalu lintas pada bandara akan berjalan dengan baik.

"Kita terus berusaha melakukan pemulihan agar sektor penerbangan kembali menggeliat, bandara kembali ramai dan banyak rute penerbangan yang dibuka kembali," ucapnya.

Selain faktor waktu terhadap tingginya lalu lintas suatu bandara, Isnin menyebut, pandemi Covid-19 turut andil menurunnya penerbangan di Bandara Kertajati.

"Dibanding sebelum pandemi, jumlah pesawat kita yang siap beroperasi, tinggal 55 persen sampai dengan 60 persen dari jumlah sebelum pandemi tahun 2019. Terlebih, dengan adanya rencana operasional jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) pada Oktober 2022, akan sangat membantu pemulihan lebih cepat di Bandara Kertajati. Jalan tol memungkinkan perjalanan dari Bandung ke Kertajati hanya dalam satu jam saja," pungkasnya.

Seperti diketahui, Bandara Kertajati menjadi sorotan tajam lantaran operasional bandara yang menelan anggaran dengan nilai triliun, sepi penumpang. Saat ini bandara Kertajati hanya melayani penerbangan kargo.

Kementerian Perhubungan pun menargetkan Bandara Kertajati, dapat melayani jemaah umroh pada November 2022. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, jika Bandara Kertajati dioptimalkan, potensi jemaah umroh yang menggunakan bandara ini mencapai 40.000 orang.

Maka dari itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama sebagai regulator penerapan zonasi penerbangan umroh.

"Dengan adanya penerapan zonasi penerbangan umroh dari Bandara Kertajati oleh Kemenag, diproyeksikan potensi jemaah umroh mencapai 40.000 orang pada periode Januari-Mei 2023," kata Budi saat memimpin rapat pembahasan kesiapan Bandara Kertajati layani penerbangan umroh, dikutip pada Jumat (19/8). [azz]