Biar Gak Benjol, Pengguna Harus Lakukan Ini Pada Ban Motor

Pius Yosep Mali
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ban punya peran penting untuk keselamatan dan kenyamanan berkendara sepeda motor. Meski demikian, kondisi karet bundar ini kerap luput dari perhatian para penggunanya, karena posisinya ada di paling bawah.

Seperti komponen lainnya, ban motor yang tak dirawat dengan baik berpotensi merepotkan dan berbahaya bagi para pengguna. Karet yang sudah menipis, dan alurnya yang menghilang membuat traksi ban ke jalanan menjadi tak sempurna seperti baru.

Ban motor yang sudah 'botak' bisa menyebabkannya mudah kempis atau bocor ketika dipakai berkendara. Tentu saja ini akan merepotkan, dan membahayakan pengemudi jika sedang melaju dalam kecepatan tinggi.

Tak hanya itu, alas karet di pelek itu ternyata bisa benjol ketika kondisinya sudah tidak bagus. Ini seperti foto yang diunggah dan viral di laman media sosial. Gambar memperlihatkan ban motor yang membengkak di beberapa bagian.

Salah seorang mekanik dari outlet ban motor di Jakarta Timur, Syukur mengatakan, pengendara motor disarankan sering mengecek tekanan angin karet bundar tersebut. Sebab, tips otomotif ini menjadi yang paling sederhana untuk membuat kondisi bannya tetap laik dipakai berkendara.

"Kalau tekanan angin ban motor kurang dari batas minimal, bisa juga ban motor mengakibatkan benjol hingga pecah ban," ujarnya seperti dilansir dari 100KPJ, Selasa 24 November 2020.

Sekadar diketahui, tekanan angin ban pada sepeda motor jenis skuter matik dibagian roda depan motor umumnya 28 sampai 30 psi. Sementara pada roda belakang, biasanya memakai tekanan angin yang lebih besar untuk mengisi ruang dalam karet bundar itu, yakni 31 sampai 33 psi.

Untuk jenis motor bebek atau cub, tekanan angin di ban depannya sekitar 29 hingga 30 psi, dan roda bagian belakang biasa menggunakan tekanan angin 31 sampai 33 psi.

Baca juga: Pamer Kemewahan, Mobil China Sengaja Diparkir Bareng Sedan BMW.