Biar Lebih Seru, F1 Bakal Terapkan Sistem Kualifikasi Baru

Zulfikar Husein
·Bacaan 2 menit

VIVAFormula One (F1) akan menggunakan format kualfikasi baru pada tiga seri balapan musim 2021. Sistem tersebut dinamakan sprint qualifiying.

Menurut keterangan di situs resminya, konsep sprint qualifiying mengharuskan pembalap menempuh jarak 100 kilometer tanpa diperbolehkan masuk ke pit stop untuk mengganti ban.

Sesi ini akan dipakai untuk menentukan posisi start saat lomba. Tiga pembalap teratas nantinya diberikan poin ekstra, tiga untuk pole sitter, dan seterusnya.

Sprint qualifiying memang agak sedikit mirip seperti dengan jalannya lomba, tetapi dengan jarak tempuh hanya 100 kilometer. Para pembalap diizinkan saling menyalip demi mendapatkan posisi terbaik. Sistem ini telah dipakai pada ajang balapan F2 dan F3 dengan nama sprint race.

Selama ini, format pekan balapan F1 selalu diisi tiga sesi latihan bebas (FP) dan tiga babak kualifikasi (Q1-Q3). Sistem tersebut sudah rutin dipakai sejak 2006. F1 sempat memodifikasi sistem kualifikasi pada beberapa seri awal 2016, tapi kemudian dikembali seperti sebelumnya.

Tiga sesi latihan bebas masing-masing digelar selama 60 menit. Biasanya, dua sesi latihan bebas digelar pada Jumat dan satu lagi pada Sabtu pagi jelang kualifikasi.

Format itu sedikit berbeda dengan GP Monako, di mana dua sesi latihan bebas dilangsungkan pada Kamis dan satu lagi pada Sabtu pagi.

Sesi kualifikasi sendiri selalu digelar hari Sabtu untuk menentukan posisi start pada balapan yang berlangsung hari Minggu. Sesi ini terbagi dalam tiga ronde, di mana dalam setiap ronde, setidaknya ada lima pembalap yang tersisih.

Pada Q1, pembalap di posisi 16-20 akan tersisih. Selanjutnya, pada Q2, giliran pembalap 11-15 yang diperkenankan mengikuti babak ketiga. Nah, di Q3, sebanyak 10 pembalap akan memperebutkan posisi terdepan.

Dengan penerapan sistem sprint qualifiying, format pekan balapan juga sedikit berubah. Sesi latihan bebas hanya akan digelar dua kali, masing-masing satu pada Jumat dan satu kali pada Sabtu. Tiga ronde kualifikasi dipindah menjadi Jumat siang atau sore, setelah FP1.

Hasil tiga ronde kualifikasi nantinya akan dipakai menentukan posisi start pada sprint qualifiying. Sebelum sprint qualifiying, setiap pembalap mengikuti sesi FP2 selama 60 menit.

Perbedaan lain dari format sebelumnya adalah pilihan ban saat lomba. Dalam format saat ini, 10 teratas wajib memakai ban yang sama seperti di Q2. Sedangkan, pembalap posisi 11-20 bebas untuk mengganti ban mereka.

Sementara itu, dalam format baru ini, semua pembalap diperkenankan memakai ban baru, yang berbeda dengan pilihan saat sprint qualifiying. Dengan demikian, tim serta pembala harus pintar-pintar memilih strategi ban yang tepat saat lomba.

Perubahan sistem ini diharapkan dapat menambah keseruan balapan F1. Para penonton, baik yang ada di sirkuit maupun dari layar kaca, diklaim bakal terhibur dengan aksi saling pacu jet darat untuk mendapat posisi start terdepan.

Lantaran penerapannya masih bersifat adaptasi, maka format baru ini hanya akan dipakai pada tiga seri saja. Menurut rumor yang berembus, dua dari tiga seri tersebut adalah GP Inggris di Sirkuit Silverstone dan GP Italia di Sirkuit Monza.