Biar Naik Kelas, Banyuwangi Fasilitasi Endorsement Foto dan Video Gratis UMKM

Merdeka.com - Merdeka.com - Bagi pelaku UMKM, branding produk kini menjadi penting untuk menambah daya saingnya. Untuk meningkatkannya, Pemkab Banyuwangi memfasilitasi pembuatan foto dan video promosi untuk ratusan produk UMKM secara gratis, melalui Endorsement Week, UMKM Naik Kelas Seri 2. Ini merupakan seri 2 dari program serupa yang telah dijalankan beberapa waktu lalu.

Lewat program ini, diharapkan bisa mendongkrak branding UMKM agar pemasarannya lebih luas dan efektif. Foto dan video branding tersebut bisa dipakai oleh UMKM untuk mempromosikan.

Di program ini, ratusan produk UMKM, mulai kuliner, fashion, suvenir, dan lainnya mendapat fasilitas foto dan video promosi gratis. Bukan hanya foto dan video saja, Pemkab Banyuwangi juga menyiapkan model atau talentanya.

"Saat ini foto dan video promosi yang baik akan mampu menunjang promosi produk UMKM. Karena itu kami fasilitasi gratis foto dan video produk untuk menaikkan kualitas branding teman-teman UMKM," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat melihat langsung proses pengambilan foto dan video produk UMKM, di Pendopo Banyuwangi, Sabtu (19/11).

"Materi-materi endorsement ini digarap fotografer dan videografer pilihan. Hasilnya silakan dipakai gratis oleh UMKM," tambah Ipuk.

Apa yang dilakukan pemkab tersebut, mendapat apresiasi dari penyanyi lagu pop Jawa, Denny Caknan. Denny yang tengah berkunjung ke Pendopo Banyuwangi tertarik melihat langsung sesi pemotretan dan pengambilan video.

"Ini difasilitasi semua? Kueren Banyuwangi. Semoga terus sukses. Untuk teman-teman yang ngambil foto dan video semangat semuanya," kata penyanyi yang memiliki nama lengkap Deni Setiawan itu.

Tidak hanya mendapat fasilitas foto dan video branding gratis, para pelaku UMKM juga mendapat pelatihan branding melalui workshop dari para mentor.

"Selain memfasilitasi branding produk, kami juga terus meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM. Banyuwangi juga melakukan mentoring-mentoring, sertifikasi, inkubasi UMKM, bantuan alat usaha, dan jembatan ke akses modal murah," jelas Ipuk.

"Banyuwangi juga memfasilitasi kebutuhan aspek legal UMKM, seperti NIB (Nomor Induk Berusaha), sertifikat PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), dan lainnya untuk memudahkan UMKM ke akses perbankan," tambah Ipuk.

Ditambahkan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, hasil foto dan video dari program ini akan diserahkan kepada UMKM.

"Selanjutnya UMKM bisa menggunakannya untuk memasarkan produknya. Kami juga akan bantu pemasaran online-nya," kata Nanin. [hhw]