Biasa Kebanjiran, Warga Kresek Tangerang Enggan Dievakuasi

Dedy Priatmojo, Sherly (Tangerang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Korban banjir di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, memilih untuk bertahan di rumahnya, walau terendam banjir imbas luapan Sungai Cidurian, Senin, 8 Februari 2021. Setidaknya ada 101 rumah yang terendam banjir di wilayah ini.

Seperti Supriyadi, bapak satu anak ini memilih tidak pergi ke posko untuk mengungsi dan memilih bertahan di tempat tinggalnya.

"Warga Kampung Bojong Desa Pasir Ampoh tidak ada yang mengungsi. Soalnya banjir ini memang sudah biasa, dan ketinggian airnya juga tidak parah," katanya.

Supriyadi mengaku alasannya memilih tetap di rumah lantaran khawatir barang atau harta benda miliknya dicuri.

"Lagipula sekalian jaga barang dirumah, takut dicuri juga, walaupun memang pas banjir ini ada petugas yang patroli, tapi tetap saja khawatir," ujarnya.

Sementara itu, Camat Kresek, Epi Supriatna mengatakan memang tidak banyak warga yang mau dievakuasi, karena ketinggian air yang menurut mereka masih dalam batas wajar.

"Disini memang sering banjir, jadi kalau pas ada banjir kayak gini, mereka sudah biasa, ditambah menurut mereka airnya tidak tinggi. Jadi, ya pada di rumahnya saja, cuma untuk antisipasi kita tetap dirikan pokso," ungkapnya.

Seperti diketahui, sebanyak 225 rumah di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten terendam banjir akibat meluapnya sungai Cidurian pada Senin, 8 Februari 2021.

Camat Kresek Epi Supriatna mengatakan, ratusan rumah yang terendam banjir tersebut tersebar di lima desa wilayah setempat. Desa Kresek, Desa Reged, Desa Koper dan Deda Pasir Ampo dan Patrasana, Desa Koper, dan Desa Pasir Ampo.

Ketinggian banjir di 5 desa di Kresek Tangerang bervariasi. Ketinggian air di kisaran 30 hingga 50 sentimeter. Tak hanya merendam rumah, luapan Sungai Cidurian ini juga merendam jalan desa.

Pihak kecamatan bersama dengan BPBD Kabupaten Tangerang membangun 3 posko pengungsian dan satu posko dapur umum, yakni di Desa Pasir Ampo, Kresek dan Koper.